- Antara
MSCI Bikin Pasar Deg-degan, Ini Jadwal Lengkap Review Indeks hingga 2027
Jakarta, tvOnenews.com – Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan jadwal delapan kali peninjauan indeks atau Index Review hingga akhir 2027. Pengumuman ini menjadi perhatian pelaku pasar global, termasuk investor di Indonesia, karena perubahan komposisi indeks MSCI kerap berdampak signifikan terhadap pergerakan saham dan arus dana asing.
Dalam pernyataan resminya tertanggal 5 November 2025, MSCI menyampaikan tanggal pengumuman dan tanggal efektif dari setiap review indeks yang akan berlangsung mulai Februari 2026 hingga November 2027. Jadwal ini memberikan kepastian bagi investor institusi, manajer aset, hingga pelaku pasar ritel untuk mempersiapkan strategi investasi.
Sebagaimana diketahui, indeks MSCI digunakan secara luas sebagai acuan portofolio global. Setiap perubahan komposisi indeks, baik penambahan maupun penghapusan saham, sering kali memicu lonjakan volume transaksi dan volatilitas harga saham, khususnya menjelang tanggal efektif.
Berikut jadwal lengkap MSCI Index Review yang telah diumumkan:
Jadwal MSCI Index Review 2026–2027
-
February 2026 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 10 Februari 2026
-
Tanggal efektif: 2 Maret 2026
-
-
May 2026 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 12 Mei 2026
-
Tanggal efektif: 1 Juni 2026
-
-
August 2026 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 12 Agustus 2026
-
Tanggal efektif: 1 September 2026
-
-
November 2026 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 11 November 2026
-
Tanggal efektif: 1 Desember 2026
-
-
February 2027 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 9 Februari 2027
-
Tanggal efektif: 1 Maret 2027
-
-
May 2027 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 10 Mei 2027
-
Tanggal efektif: 28 Mei 2027
-
-
August 2027 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 12 Agustus 2027
-
Tanggal efektif: 1 September 2027
-
-
November 2027 Index Review
-
Tanggal pengumuman: 11 November 2027
-
Tanggal efektif: 1 Desember 2027
-
MSCI menyatakan, pada setiap pelaksanaan review indeks reguler, pihaknya akan kembali merilis jadwal delapan review berikutnya. Namun, MSCI juga menegaskan berhak melakukan perubahan atas tanggal-tanggal tersebut jika diperlukan, dengan komitmen untuk menginformasikan kepada seluruh klien dalam waktu yang memadai.
Pengumuman jadwal MSCI ini penting karena indeks MSCI menjadi rujukan utama bagi banyak dana investasi global, termasuk dana pensiun, reksa dana, hingga exchange traded fund (ETF). Perubahan komposisi indeks MSCI sering kali diikuti oleh aksi beli atau jual besar-besaran, terutama dari investor pasif yang menyesuaikan portofolionya agar tetap sejalan dengan indeks acuan.
Di pasar Indonesia, saham-saham yang masuk atau keluar dari indeks MSCI kerap mengalami lonjakan volatilitas menjelang tanggal efektif. Tak jarang, investor memanfaatkan momentum MSCI Index Review untuk melakukan spekulasi jangka pendek maupun penyesuaian portofolio jangka panjang.
Selain itu, perubahan dalam indeks MSCI juga dipandang sebagai indikator kepercayaan investor global terhadap prospek emiten dan pasar suatu negara. Masuknya saham ke indeks MSCI sering dianggap sebagai pengakuan atas likuiditas, kapitalisasi pasar, serta kualitas tata kelola perusahaan.
Dengan dirilisnya jadwal MSCI Index Review hingga 2027, pelaku pasar kini memiliki panduan waktu yang lebih jelas untuk mengantisipasi potensi perubahan komposisi indeks. Investor institusi dapat menyusun strategi alokasi aset lebih terukur, sementara investor ritel dapat mencermati saham-saham yang berpotensi terdampak oleh keputusan MSCI.
MSCI juga menegaskan bahwa proses review indeks dilakukan secara berkala dan sistematis, mengacu pada metodologi yang transparan serta berbasis data pasar terkini. Setiap perubahan akan diumumkan lebih dulu sebelum diberlakukan secara efektif, sehingga pasar memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian.
Dengan siklus review yang berlangsung empat kali setahun, MSCI terus memainkan peran strategis dalam membentuk arus modal global. Oleh karena itu, jadwal MSCI bukan hanya sekadar kalender rutin, melainkan menjadi salah satu penanda penting dalam dinamika pasar saham dunia, termasuk di kawasan emerging markets seperti Indonesia.