- istimewa - antaranews
IHSG Dibuka Menguat ke 8.428, Pajak Januari Melejit 30,7 Persen Jadi Sentimen Positif Pasar
Tekanan Global Masih Membayangi
Meski sentimen domestik cukup solid, pasar global masih dibayangi sejumlah risiko eksternal. Nico menyebut kekhawatiran terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan mulai menggerogoti sentimen pasar global.
Selain itu, ketidakpastian sikap Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan turut memicu volatilitas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan rencana mengganti tarif sebelumnya dengan tarif baru sebesar 15 persen yang berlaku menyeluruh untuk semua impor AS.
Menurut Nico, kebijakan tersebut dapat menjadi kabar positif bagi negara-negara yang sebelumnya terkena tarif tinggi seperti Tiongkok, Uni Eropa, dan India.
Pada perdagangan Senin (23/2/2026), bursa saham Eropa ditutup melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,24 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,02 persen, DAX Jerman terkoreksi 1,06 persen, dan CAC Prancis turun 0,22 persen.
Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street juga bergerak di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,66 persen ke 48.804,06, indeks S&P 500 melemah 1,04 persen ke 6.837,75, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,21 persen ke 24.708,94.
Bursa Asia Variatif
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada Selasa pagi cenderung variatif. Indeks Nikkei menguat 0,47 persen ke 57.093,00 dan indeks Shanghai naik 0,95 persen ke 4.120,97.
Sebaliknya, indeks Hang Seng melemah 1,69 persen ke 26.625,50 dan indeks Strait Times turun 0,91 persen ke 5.995,23.
Kondisi ini mencerminkan pasar regional masih mencermati dinamika global, terutama arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan perkembangan sektor teknologi.
Peluang Menguat, Tetap Waspada
Dengan kombinasi sentimen domestik yang positif dan tekanan eksternal yang masih fluktuatif, IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dalam jangka pendek.
Data penerimaan pajak yang solid menjadi fondasi optimisme bahwa konsumsi dan aktivitas ekonomi dalam negeri masih terjaga. Namun, pelaku pasar tetap diminta mencermati risiko koreksi, terutama jika tekanan global kembali meningkat.
Untuk sementara, level 8.310–8.450 menjadi area krusial pergerakan IHSG. Arah kebijakan global dan konsistensi kinerja fiskal dalam negeri akan menjadi penentu utama langkah indeks selanjutnya. (nsp)