news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kurva investasi saham.
Sumber :
  • Freepik

Cara Mulai Investasi Saham Luar Negeri untuk Pemula

Investasi saham luar negeri dulu prosesnya mungkin ribet, tapi sekarang ada banyak aplikasi yang menjadi jembatan antara investor Indonesia dengan pasar saham global.
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pernah kepikiran buat punya saham perusahaan sebesar Apple atau Google? Dulu, ini seperti mimpi karena investasi saham luar negeri dianggap rumit dan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya rekening di luar negeri. Tapi sekarang, cara mulai investasi saham luar negeri untuk pemula sudah jauh lebih mudah.

Yuk, kita bahas tuntas bagaimana cara memulainya!

Apa Itu Saham Luar Negeri

Saham luar negeri adalah bukti kepemilikan kamu atas sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa efek di negara lain. Ketika kamu membeli saham Google, secara resmi kamu menjadi salah satu pemilik kecil dari perusahaan tersebut. Sederhananya, sama seperti saham lokal, tapi perusahaan yang kamu beli berdomisili dan beroperasi secara global.

Perusahaan-perusahaan ini umumnya terdaftar di bursa saham terbesar dunia, seperti:

NYSE (New York Stock Exchange) : Bursa saham tertua di Amerika yang jadi rumah bagi perusahaan seperti Coca-Cola dan McDonald's

NASDAQ: Bursa yang identik dengan perusahaan teknologi, tempat bernaungnya Apple, Google, Microsoft, dan Tesla

Keuntungan Investasi Saham Luar Negeri

Kenapa sih harus meluangkan waktu untuk investasi di luar negeri? Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan:

Diversifikasi portofolio: Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dengan memiliki saham global, portofolio kamu tidak bergantung 100% pada kondisi ekonomi Indonesia. Ketika pasar lokal sedang lesu, saham global bisa jadi penyeimbang.

Akses perusahaan global: Kamu bisa memiliki perusahaan yang produknya kamu pakai setiap hari. Mulai dari sepatu Nike yang kamu pakai hingga ponsel Samsung atau Google Pixel.

Potensi pertumbuhan lebih besar: Pasar saham Amerika, misalnya, secara historis menunjukkan tren pertumbuhan jangka panjang yang konsisten. Dengan berinvestasi di sana, kamu membuka peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal.

Risiko yang Perlu Dipahami

Investasi selalu punya risiko, dan saham luar negeri juga tidak kebal dari gejolak. Pahami beberapa risiko ini sebelum mulai:

  • Risiko nilai tukar: Inilah yang paling khas. Keuntungan kamu dalam Dolar AS bisa berkurang nilainya saat dikonversi ke Rupiah jika nilai tukar Rupiah menguat. Sebaliknya, kalau Dolar menguat, cuan kamu bisa makin besar.
  • Volatilitas global: Berita dari belahan dunia lain bisa tiba-tiba mempengaruhi portofolio kamu. Kebijakan bank sentral AS (The Fed), konflik geopolitik, atau krisis ekonomi di Eropa bisa bikin pasar saham dunia berguncang.
  • Risiko regulasi: Sebagai investor asing, kamu tetap akan dikenakan pajak dividen dari negara asal saham. Untuk saham AS, pajaknya 30% tapi bisa turun jadi 10% berkat tax treaty antara Indonesia dan Amerika.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:50
05:05
06:05
11:31
01:22
15:12

Viral