- Istimewa
80 Persen Karyawan Asal Batang Dikirim Training ke China, KEK Industropolis Buktikan Alih Teknologi Nyata
Ia menyebut tantangan terbesar adalah bahasa serta mempelajari sistem baru seperti SAP dan pengelolaan data, mengingat latar belakang pendidikannya di bidang teknik listrik. Meski demikian, ia menilai budaya kerja di China sangat mendukung proses pembelajaran.
“Di sana tidak ada istilah tidak bisa. Mereka sangat terbuka jika kita mau belajar. Ilmu yang saya dapat akan saya terapkan dan bagikan kepada rekan kerja di Batang,” katanya.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional PT Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dikelola dan dimanajemen oleh tenaga kerja Indonesia.
Sepulang dari China, para peserta akan ditempatkan sesuai posisi masing-masing dan berperan dalam mentransfer pengetahuan kepada karyawan baru melalui mekanisme kontrol serta evaluasi berkelanjutan. Skema ini dirancang agar proses alih teknologi berjalan sistematis dan berkelanjutan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, yang turut mengunjungi peserta pelatihan di China, menegaskan bahwa investasi perusahaan ini ditargetkan mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja, dengan prioritas utama masyarakat Batang.
“Ini bukan hanya tentang penyerapan tenaga kerja. Ini tentang peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global yang akan memperkuat daya saing industri di Batang,” ujarnya.
Senada, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menegaskan bahwa investasi yang dikembangkan di kawasan tersebut tidak sekadar membangun pabrik, tetapi juga membangun kualitas manusia di dalamnya.
“Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang,” kata Burhan.
Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan di Batang telah dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Sementara itu, sejumlah posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari masa transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.
Pengiriman ratusan tenaga kerja ke China menjadi bukti bahwa investasi di KEK Industropolis Batang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Lebih dari itu, kawasan ini mendorong terciptanya ekosistem industri berbasis teknologi dengan dukungan SDM yang kompeten dan berstandar global.