news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

80 Persen Karyawan Asal Batang Dikirim Training ke China, KEK Industropolis Buktikan Alih Teknologi Nyata.
Sumber :
  • Istimewa

80 Persen Karyawan Asal Batang Dikirim Training ke China, KEK Industropolis Buktikan Alih Teknologi Nyata

80 persen tenaga kerja Batang dikirim training ke China, bukti nyata transfer teknologi dan peningkatan SDM di KEK Industropolis Batang
Rabu, 25 Februari 2026 - 20:47 WIB
Reporter:
Editor :

Batang, tvOnenews.com – Kawasan industri strategis di Jawa Tengah kembali menunjukkan dampak konkret investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Sebanyak 156 karyawan PT Ace Medical Products Indonesia diberangkatkan ke China untuk mengikuti pelatihan intensif sebagai bagian dari proses alih teknologi di KEK Industropolis Batang.

Menariknya, sekitar 80 persen atau 117 peserta pelatihan merupakan tenaga kerja asal Batang. Angka ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional.

Program pelatihan tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang. Periode pertama berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026, sementara periode kedua dijadwalkan pada Maret hingga Juni 2026. Seluruh peserta menjalani pelatihan langsung di fasilitas produksi perusahaan di Zhijiang, Hubei, China.

HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan di China karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, hingga tenaga pelatih masih terpusat di negara tersebut.

“Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Saat fasilitas di Batang mulai beroperasi penuh, mereka sudah siap bekerja sesuai standar global,” ujar Agnes.

Materi pelatihan mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari operator dan operator mesin produksi, quality assurance (QA), teknisi mesin, sterilisasi, waste water management, production material control (PMC), hingga sistem dan teknologi produksi. Tidak hanya aspek teknis, peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan manajerial sesuai dengan posisi masing-masing.

Salah satu peserta, Mokhammad Bima Dewanda, warga Dukuh Tarub, Desa Subah, Batang, mengaku pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Lulusan SMK Negeri 1 Kandeman jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik itu sebelumnya bekerja sebagai Maintenance Instrumentasi sebelum bergabung sebagai Material Control di perusahaan tersebut.

Bima mengetahui lowongan kerja melalui website Batang Career dan mengikuti seluruh proses rekrutmen hingga akhirnya terpilih mengikuti pelatihan ke China.

“Perasaan saya campur aduk. Senang karena mendapat pengalaman baru di luar negeri, tapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan dan bahasa yang berbeda,” ungkapnya.

Ia menyebut tantangan terbesar adalah bahasa serta mempelajari sistem baru seperti SAP dan pengelolaan data, mengingat latar belakang pendidikannya di bidang teknik listrik. Meski demikian, ia menilai budaya kerja di China sangat mendukung proses pembelajaran.

“Di sana tidak ada istilah tidak bisa. Mereka sangat terbuka jika kita mau belajar. Ilmu yang saya dapat akan saya terapkan dan bagikan kepada rekan kerja di Batang,” katanya.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional PT Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dikelola dan dimanajemen oleh tenaga kerja Indonesia.

Sepulang dari China, para peserta akan ditempatkan sesuai posisi masing-masing dan berperan dalam mentransfer pengetahuan kepada karyawan baru melalui mekanisme kontrol serta evaluasi berkelanjutan. Skema ini dirancang agar proses alih teknologi berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, yang turut mengunjungi peserta pelatihan di China, menegaskan bahwa investasi perusahaan ini ditargetkan mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja, dengan prioritas utama masyarakat Batang.

“Ini bukan hanya tentang penyerapan tenaga kerja. Ini tentang peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global yang akan memperkuat daya saing industri di Batang,” ujarnya.

Senada, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menegaskan bahwa investasi yang dikembangkan di kawasan tersebut tidak sekadar membangun pabrik, tetapi juga membangun kualitas manusia di dalamnya.

“Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang,” kata Burhan.

Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan di Batang telah dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Sementara itu, sejumlah posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari masa transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.

Pengiriman ratusan tenaga kerja ke China menjadi bukti bahwa investasi di KEK Industropolis Batang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Lebih dari itu, kawasan ini mendorong terciptanya ekosistem industri berbasis teknologi dengan dukungan SDM yang kompeten dan berstandar global.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis nasional yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi tinggi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.

Dengan model investasi seperti ini, Batang tidak sekadar menjadi lokasi produksi, melainkan pusat pertumbuhan industri yang bertumpu pada kemandirian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:11
07:34
05:04
05:03
03:45
05:51

Viral