Bertemu Unitree hingga Deep Robotics, Airlangga Bidik Transfer Teknologi Robotika dan AI dari China
- ekon.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memanfaatkan agenda deklarasi pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di Shanghai, China, untuk melakukan benchmarking sekaligus bertemu sejumlah perusahaan teknologi terkemuka.
Kegiatan tersebut berlangsung di sela World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 dan difokuskan pada penjajakan peluang investasi, transfer teknologi, serta penguatan kerja sama industri digital.
Dalam kunjungan tersebut, Airlangga didampingi Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Konsul Jenderal RI Shanghai Berlianto Situngkir.
Delegasi Indonesia meninjau langsung perkembangan teknologi terbaru sekaligus berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi Tiongkok, antara lain Unitree Robotics, Deep Robotics, dan CICT-FiberHome.
Melalui siaran pers resmi Kemenko Perekonomian, Airlangga menyebut langkah tersebut merupakan kelanjutan dari peta jalan transformasi industri yang telah dimulai sejak peluncuran inisiatif "Making Indonesia 4.0" pada 2018. Program tersebut menempatkan teknologi digital dan robotika sebagai fondasi pengembangan industri masa depan.
Menurutnya, Indonesia kini perlu memperkuat penguasaan teknologi robotika dengan mengintegrasikannya bersama kecerdasan artifisial (AI). Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperkuat kemandirian teknologi maju.
Dengan dukungan sumber daya manusia dan kebijakan pemerintah di sektor digital, Indonesia optimistis mampu meningkatkan daya saing di tingkat global.
Saat mengunjungi stan Unitree Robotics, Airlangga menyaksikan demonstrasi robot humanoid dan robot quadruped yang telah dimanfaatkan secara komersial untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset AI di berbagai perguruan tinggi dunia. Saat ini, Unitree telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped ke berbagai negara dan menguasai sekitar 70% pangsa pasar global.
Delegasi Indonesia menilai teknologi robotika cerdas memiliki peluang besar untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat aspek keselamatan kerja di sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan. Karena itu, pemerintah mendorong terbukanya peluang transfer teknologi, perakitan, dan pengembangan rantai pasok di Indonesia agar mendukung program hilirisasi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Load more