- SCMP
Saham BNBR Tiba-Tiba Ngebut, Terbang 25% Usai Laba Melejit dan Keluar dari Papan Pantauan
Dua pos ini sebelumnya tidak muncul dalam laporan keuangan 2024. Kehadiran indikator tersebut menjadi pembeda utama yang mendorong laba bersih BNBR melonjak tajam, meskipun pendapatan dan laba usaha mengalami penurunan.
Berkat tambahan tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp493,85 miliar, dibandingkan Rp327,59 miliar pada tahun sebelumnya. Dampaknya, laba per saham naik dari Rp2,04 menjadi Rp2,85 per saham.
Reaksi Pasar: Spekulasi dan Optimisme
Lonjakan saham BNBR mencerminkan respons cepat pasar terhadap kombinasi sentimen positif jangka pendek. Investor menilai laporan laba dan keluarnya saham dari papan pemantauan sebagai sinyal perbaikan kondisi perseroan, meski struktur laba masih didominasi faktor non-operasional.
Secara teknikal, kenaikan tajam dalam satu sesi perdagangan juga memicu efek kejar harga (fear of missing out/FOMO), yang kerap mempercepat reli saham dengan likuiditas besar seperti BNBR.
Namun, sebagian pelaku pasar tetap mencermati keberlanjutan kinerja ke depan, terutama terkait kemampuan perseroan meningkatkan pendapatan dan laba operasional secara berkelanjutan.
Agenda RUPSLB dan Rights Issue Bayangi Saham
Di tengah reli harga saham, BNBR juga dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini. Agenda utamanya adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Melalui aksi korporasi ini, BNBR berencana menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E. Rights issue tersebut berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33 persen bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
Meski berpotensi menekan harga saham dalam jangka menengah, manajemen menilai tambahan modal diperlukan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung pengembangan usaha, serta menyokong proyek-proyek strategis, termasuk di sektor infrastruktur jalan tol.
Peran Manajemen dan Arah Ke Depan
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama sekaligus CEO Anindya Novyan Bakrie, BNBR tengah berada pada fase konsolidasi pasca restrukturisasi panjang. Pasar kini menanti apakah momentum laba besar tahun 2025 dapat diterjemahkan menjadi perbaikan fundamental yang berkelanjutan.