- Istimewa
Di Tengah Pelemahan Pasar, Astra Catat Pendapatan Rp323 Triliun pada 2025
Jakarta, tvOnenews.com - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pendapatan bersih Rp323,4 triliun pada Tahun 2025 meski di tengah tekanan harga batu bara dan pelemahan pasar mobil nasional.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan pihaknya mampu menjaga stabilitas struktur bisnis meski adanya tekanan eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja.
“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” kata Djony kepada awak media, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Djony menjelaskan berbagai sektor divisi mencatatkan pertumbuhannya seperti sektor otomotif dan mobilitas, divisi Jasa keuangan serta lainnya.
Tak hanya itu, kata Djony perseroan juga menuntaskan program pembelian kembali saham senilai Rp2 triliun pada Januari 2026 dan melanjutkan tahap kedua sebesar Rp685 miliar yang selesai pada 25 Februari 2026.
“Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan,” ujar Djony.
Selain itu, kata Djony, pihaknya juga aktif melakukan aksi korporasi sepanjang 2025 termasuk akuisisi mayoritas saham sejumlah perusahaan.
Ia menekankan manajemen juga tengah melakukan tinjauan strategis komprehensif terhadap portofolio bisnis, yang hasilnya ditargetkan rampung pada penghujung semester I-2026.
Pihaknya pun memperkirakan sentimen konsumen akan membaik meskipun beberapa sektor masih menghadapi tantangan.
“Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” pungkasnya.(raa)