news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo Bank Indonesia..
Sumber :
  • Antara

BI Sebut Ruang Kredit Masih Longgar, Masih Ada Rp2.506 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi

BI menyampaikan bahwa pada Januari 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Bank Indonesia (BI) menilai ruang penyaluran kredit perbankan masih cukup luas dan dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan, kredit per Desember 2025 tumbuh 9,69 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut turut mendukung ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh 5,11 persen (yoy) sepanjang 2025.

Berdasarkan capaian itu, BI memandang peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi masih terbuka lebar. Kondisi ini didukung likuiditas perbankan yang dinilai masih memadai.

“Pada Januari 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia dapat terus dioptimalkan sebagai pendorong pertumbuhan lebih tinggi,” jelas Destry.

BI pun meminta perbankan menyesuaikan special rate agar penurunan suku bunga kredit dapat berlangsung lebih cepat. Langkah ini diharapkan memperkuat fungsi intermediasi perbankan.

“Ke depan, intermediasi pada 2026 diprakirakan tetap solid dalam kisaran 8–12 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan kredit Januari 2026 yangmencapai 9,96 persen (yoy),” tambah Destry.

 

Ia menegaskan, koordinasi antarotoritas perlu diperkuat guna meningkatkan kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi kebijakan, BI telah mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan untuk menjaga kecukupan likuiditas sekaligus mempercepat kredit ke sektor prioritas pemerintah.

Sampai minggu pertama Februari 2026, insentif yang telah disalurkan kepada perbankan mencapai Rp427,5 triliun.

Destry kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk mendorong ekspansi kredit dan mempercepat transmisi penurunan suku bunga kredit.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk penguatan KLM yang bersifat forward looking, diarahkan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan penyaluran kredit ke sektor prioritas semakin cepat.

“Sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam kerangka KSSK menjadi kunci untuk membangun optimisme dan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tuturnya. (Ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral