- Istimewa
Saham BBCA Ramai Dilepas Asing, Terkoreksi di Tengah Tekanan IHSG
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Saham BBCA tercatat mengalami tekanan jual cukup besar, seiring maraknya aksi jual investor asing di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Data perdagangan menunjukkan BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas asing sepanjang pekan, menandakan adanya pergeseran strategi investor global dari sektor perbankan besar ke sektor lain yang dinilai lebih atraktif dalam jangka pendek.
Saham BBCA Tertekan, Asing Lakukan Jual Bersih
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net foreign sell BBCA senilai Rp580,30 miliar. Aksi jual besar-besaran ini mendorong harga saham BBCA terkoreksi 1,71% sepanjang pekan.
Pada perdagangan hari ini, saham BBCA bergerak di kisaran Rp6.975 hingga Rp7.150 per saham dan ditutup melemah di level sekitar Rp7.100. Tekanan jual terlihat cukup konsisten sejak awal sesi, menandakan dominasi seller dibandingkan minat beli.
BBCA pun menjadi kontributor utama pelemahan sektor perbankan, mengingat bobotnya yang besar dalam perhitungan IHSG.
IHSG Melemah, Sentimen Global Masih Menekan
Secara mingguan, IHSG tercatat melemah 0,44%, turun dari level 8.271,767 ke 8.235,485. Sepanjang pekan, total volume transaksi mencapai 255,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp149,76 triliun.
Tekanan pada indeks terjadi seiring aksi ambil untung investor asing, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang sebelumnya menjadi andalan pasar, termasuk BBCA.
Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor global terhadap pasar saham Indonesia, di tengah dinamika ekonomi global dan rotasi aset lintas sektor.
Perbankan Big Caps Jadi Sasaran Jual Asing
Selain BBCA, saham perbankan besar lainnya juga mengalami tekanan jual asing. Data menunjukkan:
-
BBNI dilepas asing Rp175,20 miliar, harga turun 1,35%
-
BBRI dijual Rp172,92 miliar, harga melemah 1,01%
Aksi jual serentak di sektor perbankan menandakan investor asing mulai mengurangi eksposur pada saham defensif yang selama ini menjadi penopang IHSG.
Meski fundamental perbankan nasional dinilai masih solid, tekanan jangka pendek dari arus modal asing membuat pergerakan harga menjadi kurang atraktif dalam waktu dekat.