news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Saat Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertingginya, Harga Emas Antam Stagnan di Rp1,42 juta per gram, Ternyata Ini Penyebabnya....
Sumber :
  • Antara Foto

Harga Emas Dunia Meledak Tembus US$5.300, Ketegangan AS–Iran Jadi Pemicu Utama

Harga emas dunia melonjak ke US$5.360 akibat eskalasi konflik AS dan Iran. Saham emiten emas di BEI kompak menguat signifikan.
Senin, 2 Maret 2026 - 11:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga emas dunia kembali mencetak lonjakan tajam seiring memanasnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor global beralih ke aset aman (safe haven), membuat logam mulia menjadi buruan utama dan mengangkat harga ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Senin (2/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas dunia tercatat melonjak 1,4% ke level US$5.360,49 per troy ons. Capaian ini menjadi momen penting karena menandai kembalinya harga emas menembus level psikologis US$5.300, untuk pertama kalinya sejak Desember 2025.

Ketegangan Geopolitik Angkat Daya Tarik Safe Haven

Lonjakan harga emas tak bisa dilepaskan dari meningkatnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik yang memburuk membuat pasar global kembali berada dalam mode defensif, dengan emas menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset.

Dalam kondisi seperti ini, emas kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang paling stabil. Ketika risiko geopolitik meningkat dan ketidakpastian global membesar, arus dana cenderung meninggalkan aset berisiko dan mengalir ke logam mulia.

Emas Cetak Rekor Bulanan, Kinerja Mingguan Menguat

Mengutip data Refinitiv, harga emas global sebelumnya ditutup di level US$5.277,29 per troy ons pada perdagangan Jumat (27/2/2026), atau naik 1,74% dalam sehari. Posisi tersebut menjadi level penutupan tertinggi dalam satu bulan terakhir, atau sejak 30 Januari 2026.

Secara mingguan, performa emas tercatat semakin solid dengan penguatan mencapai 3,41%. Tren ini mengonfirmasi bahwa reli emas bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan bagian dari penguatan yang lebih luas di tengah tekanan geopolitik global.

Dampak Langsung ke Pasar Saham Indonesia

Kenaikan harga emas dunia langsung berdampak ke pasar modal domestik. Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham emiten emas dan pertambangan logam mulia kompak menguat signifikan pada perdagangan awal pekan.

Investor domestik terlihat agresif mengoleksi saham sektor emas, memanfaatkan momentum lonjakan harga global yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan kinerja emiten.

HRTA Pimpin Reli Saham Emas

Penguatan saham sektor emas dipimpin oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Saham HRTA melonjak 5,56% ke level 3.420, menjadi salah satu top gainer di sektor ini.

Tak kalah kuat, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 5,32% ke posisi 1.980, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 5,15% ke level 1.020.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek kinerja emiten emas, seiring membaiknya harga jual komoditas di pasar global.

Daftar Saham Emas yang Menguat

Seiring lonjakan harga emas dunia, berikut daftar saham emiten emas yang mencatatkan penguatan signifikan:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 5,15% ke level 1.020

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,06% ke level 4.570

  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 5,32% ke level 1.980

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 4,50% ke level 8.700

  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 5,56% ke level 3.420

  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 4,55% ke level 575

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,00% ke level 3.900

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 0,33% ke level 7.675

  • PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,79% ke level 28.825

Mayoritas saham tersebut bergerak di zona hijau, menandakan sentimen positif yang cukup merata di sektor emas dan pertambangan.

Konflik AS–Iran Jadi Faktor Penentu

Lonjakan harga emas kali ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap dinamika geopolitik global. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran akan gangguan stabilitas kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pusat kepentingan ekonomi dan energi dunia.

Dalam situasi seperti ini, emas kembali menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai utama. Investor cenderung mengamankan portofolio dari potensi gejolak pasar dengan meningkatkan eksposur ke logam mulia.

Prospek Emas dan Saham Tambang ke Depan

Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, harga emas berpotensi tetap berada di level tinggi atau bahkan melanjutkan penguatan. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis lanjutan bagi saham-saham emiten emas di BEI.

Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas pasar. Harga emas yang bergerak cepat kerap diikuti aksi ambil untung, baik di pasar komoditas maupun saham.

Kesimpulan

Lonjakan harga emas dunia hingga menembus US$5.300 per troy ons menjadi sinyal kuat meningkatnya kekhawatiran global akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Dampaknya langsung terasa di pasar saham Indonesia, dengan emiten emas mencatatkan penguatan signifikan.

Di tengah ketidakpastian global, emas kembali membuktikan diri sebagai aset aman, sementara saham-saham tambang emas menjadi magnet baru bagi investor yang mencari peluang di tengah gejolak pasar. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
02:00
31:29
06:07
02:10:05
06:57

Viral