news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selat Hormuz Lalu Lintas Minyak.
Sumber :
  • Istimewa

Selat Hormuz Bergejolak, Bahlil Sebut Indonesia Putar Arah Impor BBM dan LPG dari Timur Tengah

Di tengah ketidakpastian situasi perang Iran, strategi pengalihan impor energi menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak tersandera gejolak geopolitik.
Selasa, 3 Maret 2026 - 19:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Memanasnya konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz memaksa Indonesia mempercepat strategi pengalihan impor energi. Pemerintah memastikan pasokan bensin relatif aman karena tidak bergantung pada kawasan terdampak, sementara impor LPG mulai dialihkan untuk menghindari risiko geopolitik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, impor solar telah selesai, dan saat ini Indonesia fokus pada pengadaan bensin dengan berbagai tingkat oktan.

“Impor kita kan untuk solar kan sudah selesai. Yang kita impor sekarang bensin (gasoline) RON 90, 93, 95, 98. Alhamdulillah secara kebetulan untuk mengimpor jenis bahan BBM seperti ini, tidak kita lakukan dari Middle East, tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East, termasuk di dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif enggak ada masalah,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi terhadap Sektor Energi.
Sumber :
  • YouTube Kementerian ESDM

Situasi berbeda terjadi pada komoditas LPG. Indonesia mengimpor 7,3 juta ton LPG per tahun dan tahun ini meningkat menjadi 7,8 juta ton. Sebagian besar pasokan berasal dari Amerika Serikat, sementara sisanya dari Timur Tengah, termasuk dari perusahaan energi raksasa Saudi Aramco.

“LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun, dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton. 70 persennya sekarang kita ambil dari Amerika, 30 persennya dari Middle East, dari Saudi Aramco,” jelasnya.

Namun, dinamika konflik yang turut menyeret fasilitas energi di kawasan Teluk membuat pemerintah tak ingin mengambil risiko tambahan.

“Kita tahu bahwa dari informasi, dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait dengan Saudi Aramco itu juga kena kemarin dinamika di sana. Maka alternatifnya adalah kita switch (alihkan) lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” tegas Bahlil.

Penutupan Selat Hormuz sendiri diumumkan Iran di tengah eskalasi serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ancaman keras disampaikan pejabat militer Iran terhadap kapal yang melintas.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
01:54
02:34
01:35
03:49
02:04

Viral