news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Rupiah Jebol Rp17.000, Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Tekan Dolar Amerika Serikat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak pasar global.
Selasa, 10 Maret 2026 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat memicu perhatian serius di tengah tekanan pasar keuangan global.

Meski demikian, pemerintah menilai stabilitas ekonomi nasional masih berada pada jalur yang terkendali selama fondasi ekonomi tetap terjaga kuat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak pasar global.

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Pelemahan rupiah yang terjadi pada awal pekan ini bahkan mencatat rekor terendah baru dalam sejarah nilai tukar Indonesia, melampaui level terburuk yang pernah terjadi saat Krisis Moneter Asia 1997–1998.

Pada perdagangan Senin (9/3/2026), rupiah dibuka di posisi Rp17.017 per US$, melemah sekitar 90 poin atau 0,53 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat sebelumnya yang berada di level Rp16.925 per US$.

Menanggapi tekanan tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui koordinasi erat dengan Bank Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter bank sentral menjadi faktor penting dalam meredam gejolak pasar yang dipicu oleh dinamika ekonomi global.

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerjasama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Purbaya.

Ia menilai koordinasi yang solid antara otoritas ekonomi dapat membuat Indonesia lebih siap menghadapi tekanan eksternal yang datang dari ketidakpastian pasar dunia.

“Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” ujarnya.

Pemerintah sendiri terus memantau pergerakan pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik hingga fluktuasi harga komoditas internasional.

Meski tekanan terhadap rupiah meningkat, otoritas ekonomi menilai stabilitas domestik masih dapat dijaga selama fundamental ekonomi tetap kuat. (agr/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral