- Telkom
Fokus Eksekusi Program TLKM 30, Telkom Perkuat Fundamental Bisnis dan Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya sekaligus memperkuat fundamental bisnis Telkom, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang mandiri.
Sebagai perusahaan yang tercatat di dua bursa saham, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom juga memastikan seluruh aktivitas bisnisnya mematuhi regulasi yang berlaku baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat.
Sejak mulai dijalankan pada pertengahan tahun lalu, transformasi TLKM 30 mulai menunjukkan sejumlah perkembangan. Salah satu langkah penting adalah pembentukan entitas FiberCo melalui pemisahan sebagian bisnis serta aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia.
Pembentukan entitas tersebut menjadi langkah awal untuk membuka nilai dari bisnis infrastruktur digital TelkomGroup. InfraNexia akan berfokus mengembangkan bisnis fiber sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan investasi.
Selain itu, entitas ini juga membuka peluang kerja sama berbagi jaringan serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Ke depan, InfraNexia diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi TelkomGroup.
Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis lain untuk mengoptimalkan nilai dari berbagai aset infrastruktur yang dimiliki. Beberapa di antaranya termasuk pengembangan bisnis data center melalui NeutraDC serta bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel.
Sebagai bagian dari transformasi, Telkom juga menjalankan proses streamlining melalui penataan kembali portofolio entitas usaha di dalam TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai anak usaha untuk memastikan fokus bisnis tetap berada pada sektor telekomunikasi dan digital.
Langkah ini juga bertujuan membentuk struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien sehingga operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif.
Implementasi awal dari proses streamlining tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra. Perjanjian tersebut menjadi tahap menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anaknya TelkoMedika.
Kedua perusahaan tersebut bergerak di bidang third party administrator pada sektor kesehatan. Divestasi ini merupakan bagian dari strategi penataan portofolio bisnis non-core TelkomGroup.