news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie di Gedung LKPP, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Anindya Bakrie Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak, Setiap Naik US$10 Bisa Tambah Defisit Rp100 Triliun

Anindya Bakrie menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian sehingga menjadi salah satu faktor yang mengguncang pasar energi dunia.
Rabu, 11 Maret 2026 - 20:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketegangan geopolitik global, khususnya konflik yang memanas di Timur Tengah yakni perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengingatkan bahwa lonjakan harga minyak dunia dapat berdampak langsung terhadap fiskal Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya saat memberikan sambutan dalam peluncuran Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF)–Indonesia Procurement Forum & Expo yang digelar di Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutannya, Anindya menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Konflik di Timur Tengah, kata dia, menjadi salah satu faktor yang mengguncang pasar energi dunia.

“Nah pada saat ini secara geopolitik kita lihat benar-benar penuh dengan tantangan. Di bulan yang suci ini pun kita lihat apa, sangat ini ya, sangat miris melihat adanya perang di Timur Tengah. Tapi ini kejadian,” ujar Anindya.

Ia mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak dunia sempat mengejutkan pasar dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, harga minyak sempat menyentuh level yang sangat tinggi sebelum akhirnya kembali turun.

“Dua hari yang lalu kita semua kaget melihat harga minyak bisa sampai US$130 ya. Alhamdulillah sudah turun kembali, masih tinggi di US$80. Tapi kita tahu setiap kita naik US$10 di atas asumsi US$70, itu kurang lebih Rp100 triliun tambahan defisit di atas Rp600 triliun yang sudah ada. Jadi memang patut kita waspadai,” jelasnya.

Meski demikian, Anindya menilai pemerintah bergerak cepat dalam merespons potensi tekanan ekonomi tersebut. Ia melihat langkah efisiensi anggaran serta dorongan terhadap program elektrifikasi menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Tapi saya lihat pemerintah bergerak cepat ya, dan mencari jalan untuk melakukan efisiensi di mana-mana ya, dan juga fokus kepada elektrifikasi yang saya lihat bagus untuk mengurangi impor bahan bakar ya. Nah oleh karena itu, dan juga impor secara keseluruhan, LKPP mempunyai tanggung jawab dan juga kerja keras yang baik,” kata Anindya.

Ia menambahkan bahwa peran LKPP menjadi semakin strategis dalam memastikan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah berjalan efisien, transparan, serta mampu memperkuat penggunaan produk dalam negeri di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral