- dok. Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Aliansi Industri, Airlangga: Ekspor Otomotif RI Kini Tembus 70 Negara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia mempertegas penguatan kemitraan strategis dengan Jepang untuk mempercepat transformasi industri, memperkuat rantai pasok global, serta mendorong transisi energi di kawasan Asia.
Kolaborasi kedua negara kini berkembang melampaui hubungan perdagangan konvensional, menjangkau sektor otomotif, energi terbarukan, hingga industri teknologi strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Jepang memiliki peran historis dalam membangun fondasi industri otomotif di Indonesia.
Berkat investasi dan transfer teknologi selama puluhan tahun, Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi kendaraan untuk pasar global.
“Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah Indonesia mengapresiasi kontribusi investasi Jepang yang selama ini memperkuat ekosistem industri otomotif nasional. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen, khususnya pada sektor pemasok tier 2 dan tier 3, guna memperdalam struktur industri sekaligus memperkuat rantai pasok domestik.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya merek otomotif yang memiliki daya saing global dari Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Hagiuda juga menyampaikan dukungan Jepang terhadap kebijakan Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Industri otomotif Jepang disebut siap mengikuti arah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk implementasi program B40 biodiesel program serta rencana pengembangan E20 fuel program pada 2028.
Selain sektor otomotif, kerja sama kedua negara juga berkembang pesat di bidang energi baru dan terbarukan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Sejumlah proyek strategis bahkan telah mencapai tahap financial closing dan memasuki fase implementasi.
Beberapa proyek tersebut antara lain pengembangan PLTP Muara Laboh, proyek Legok Nangka Waste-to-Energy, serta pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.
Tak hanya energi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama industri strategis masa depan, termasuk penguatan keamanan ekonomi melalui pengembangan sumber daya dan teknologi industri.