- Tim TvOne/Zulfahmi
Jelang Mudik Lebaran 2026, Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman, Distribusi Energi Disiagakan
Fasilitas tersebut meliputi:
-
Tempat istirahat
-
Mini klinik
-
Area bermain anak
-
Layanan kendaraan
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok BBM dan LPG Lebaran 2026 aman sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Permintaan BBM Diprediksi Naik Selama Mudik
Berdasarkan data historis dan proyeksi kebutuhan energi pada periode 9 Maret hingga 1 April 2026, permintaan bahan bakar diperkirakan meningkat selama musim mudik.
Beberapa jenis energi yang mengalami kenaikan permintaan antara lain:
1. Bensin (Gasoline)
Permintaan bensin diperkirakan naik sekitar 9,6 persen karena meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi saat mudik.
2. Avtur
Permintaan bahan bakar pesawat diprediksi meningkat sekitar 0,5 persen.
3. LPG
Konsumsi LPG diperkirakan naik 2,86 persen seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadan.
4. BBM Industri
Permintaan BBM sektor industri diprediksi meningkat sekitar 7,9 persen.
Meski demikian, pemerintah memastikan stok BBM dan LPG Lebaran 2026 aman sehingga lonjakan permintaan tersebut tetap dapat diantisipasi.
Permintaan Solar Justru Diprediksi Turun
Berbeda dengan jenis bahan bakar lainnya, permintaan solar diperkirakan mengalami penurunan selama periode mudik.
Penurunan tersebut diproyeksikan mencapai 27,3 persen.
Hal ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan operasional kendaraan logistik selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dengan kondisi tersebut, distribusi energi tetap dapat berjalan lebih optimal dan membantu menjaga stok BBM dan LPG Lebaran 2026 aman bagi masyarakat.
Kilang Balongan Jadi Andalan Pasokan Energi
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian ESDM juga meninjau langsung operasional Kilang Balongan yang menjadi salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia.
Refinery Unit VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan mencapai:
-
150 ribu barel per hari (MBSD)
Kilang ini juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9, yang menjadikannya salah satu kilang dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia.
Sebagian besar produk dari Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah:
-
Jakarta
-
Jawa Barat
Distribusi tersebut dilakukan melalui sejumlah terminal energi, seperti:
-
Integrated Terminal Balongan
-
Fuel Terminal Cikampek
-
Integrated Terminal Jakarta (Plumpang)
Sekitar 82 persen produk kilang disalurkan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat, sementara 12 persen didistribusikan ke wilayah lain.
Selain itu, sekitar 6 persen produk Decant Oil juga diekspor ke Singapura.