news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi.
Sumber :
  • Istimewa

Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi

Lonjakan harga minyak dunia dorong percepatan B50. Indonesia dinilai siap kurangi impor energi dan tekan beban APBN di tengah konflik Timur Tengah.
Selasa, 17 Maret 2026 - 14:15 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menyebut, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat pencampuran biodiesel tertinggi di dunia, serta produsen biodiesel terbesar ketiga setelah kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

“Ekosistem biodiesel kita sudah terbentuk hingga B40, ini jadi modal kuat untuk naik ke B50,” tegasnya.

Kapasitas Industri dan Bahan Baku Mencukupi

Dari sisi kesiapan industri, kapasitas produksi biodiesel nasional dinilai sudah memadai. Saat ini, kapasitas industri mencapai sekitar 22,5 juta kiloliter, cukup untuk mendukung implementasi B50.

Sementara itu, kebutuhan biodiesel untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar:

  • 20 juta kiloliter biodiesel (FAME)

  • Membutuhkan 16–18 juta ton crude palm oil (CPO)

Di sisi lain, produksi CPO nasional pada 2025 tercatat mencapai sekitar 57 juta ton, sehingga pasokan bahan baku dinilai lebih dari cukup.

“Dari sisi bahan baku tidak ada masalah, sangat mencukupi untuk implementasi B50,” ujar Tungkot.

Sejarah Panjang Mandatori Biodiesel

Indonesia telah menjalankan program mandatori biodiesel sejak 2009, dimulai dari campuran B1 (1 persen biodiesel dan 99 persen solar). Seiring waktu, pemerintah terus meningkatkan tingkat pencampuran hingga mencapai B40 pada 2025.

Perkembangan ini tidak lepas dari dukungan berbagai kebijakan, termasuk insentif dari dana sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Insentif tersebut digunakan untuk menutup selisih harga antara biodiesel dan solar, sehingga program ini tetap berjalan secara berkelanjutan.

Dampak Ekonomi: Hemat Devisa hingga Tekan Impor

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menilai implementasi B40 sebelumnya telah memberikan manfaat signifikan, terutama dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan menghemat devisa negara.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bahkan menyatakan bahwa percepatan B50 menjadi langkah strategis untuk menghadapi dampak konflik global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Potensi Dampak pada Ekspor CPO

Meski dinilai menguntungkan dari sisi energi, peningkatan alokasi CPO untuk kebutuhan biodiesel domestik berpotensi mengurangi volume ekspor dalam jangka pendek.

Namun, Tungkot menilai hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus dipertimbangkan secara strategis oleh pemerintah.

“Memang ada potensi pengurangan ekspor jika produksi tidak meningkat, tapi ini bagian dari kebijakan yang harus dihitung secara matang,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:42
02:13
02:29
22:32
02:38
01:37

Viral