- Komdigi
Menkop Harap Koperasi Besar Berbagi Pengalaman dengan KDKMP, Ungkap Dampaknya untuk Ekonomi Daerah
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar seperti Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) untuk berperan sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ferry menjelaskan, pengembangan KDKMP memerlukan kolaborasi serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk koperasi skala besar.
Menurutnya, koperasi besar memiliki keunggulan dari sisi aset, kapasitas, dan pengalaman usaha yang dapat dimanfaatkan untuk membina KDKMP.
Ia menilai, kemampuan tersebut memungkinkan koperasi besar seperti Kopelindo memberikan pendampingan yang efektif bagi koperasi yang lebih kecil.
“Saya berharap juga ada kemungkinan dibahas mengenai penjajakan Kopelindo bisa jadi kakak asuh dari KDKMP di Kota Surabaya atau Jawa Timur,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026).
Data menunjukkan, kinerja Kopelindo mengalami peningkatan. Asetnya naik dari Rp712 miliar menjadi Rp788 miliar. Pendapatan meningkat dari Rp262 miliar menjadi Rp270 miliar.
Sisa hasil usaha bertambah dari Rp19,4 miliar menjadi Rp20,3 miliar, sementara jumlah anggota mencapai 6.040 orang dari sebelumnya 5.825 orang.
Ferry juga mencontohkan, di Jawa Timur terdapat sekitar 8.949 KDKMP. Jumlah itu diperkirakan akan melahirkan 8.494 unit ritel yang membutuhkan dukungan pusat distribusi di setiap kabupaten dan kota.
Dalam skema ini, Kopelindo dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun mitra bisnis lain untuk menjalankan fungsi sebagai pusat distribusi.
“Menjadi pusat distribusi yang bisa mengumpulkan barang-barang dari retail yang dikelola nanti oleh KDKMP di Surabaya maupun KDKMP di wilayah Jawa Timur,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut berpotensi membangun ekosistem bisnis koperasi yang saling mendukung dan berkembang bersama.
“Itu kalau BUMN itu ada Sinergi BUMN, nah kita di koperasi , belajar kita membangun sinergi koperasi,” kata Ferry. (ant/rpi)