Ribuan Kendaraan India Terlanjur Masuk, Menkop Akui Disalurkan ke KDMP yang Sudah Siap
- Kemenkop
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono angkat bicara soal kendaraan yang sudah terlanjur diimpor dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Ferry mengatakan, mobil-mobil itu akan tetap akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional KDMP yang telah siap berjalan.
"Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry selepas halal bihalal DPW Syarikat Islam Jabar, Masjid Al Jabbar Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3/2026).
Ferry menjelaskan, setiap koperasi nantinya akan mendapatkan dukungan kendaraan berupa satu unit truk, satu unit pikap, serta sepeda motor.
Fasilitas ini ditujukan untuk memperlancar distribusi barang, baik dari desa ke luar maupun sebaliknya.
"Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.
Meski menggunakan kendaraan impor, Ferry mengakui bahwa pemerintah tetap harus mengutamakan industri otomotif dalam negeri atau produsen yang telah berinvestasi di Indonesia.
"Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memenuhi sisa kebutuhan kendaraan bagi Koperasi Merah Putih yang ditargetkan mencapai lebih dari 80 ribu unit.
"Untuk memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih, kita sudah membicarakan ini dengan Pak Menteri Perindustrian, dengan Gaikindo dan kita akan prioritaskan di industri otomotif kita yang sudah terbangun di dalam negeri," tuturnya.
Pemerintah menargetkan pembentukan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Sebagai dukungan awal, pemerintah menyediakan akses pembiayaan hingga Rp3 miliar per koperasi melalui bank Himbara. Skema pembiayaan ini menawarkan bunga sekitar 6 persen per tahun, tenor 6 hingga 10 tahun, serta masa tenggang selama 6 sampai 8 bulan.
Sebelumnya, Agrinas Pangan diketahui mengimpor kendaraan operasional dari India untuk mendukung program tersebut.
Pengadaan itu mencakup 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors yang terdiri dari 35.000 pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam. Total nilai impor diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun.
Load more