news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Partisipasi Indonesia pada The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan, Tiongkok..
Sumber :
  • Dok. ATTEC

RI Bidik Investasi Industri Pangan di Forum Wuhan, Incar Perluasan Ekspor ke Pasar China

Partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan menjadi momentum bagi RI untuk membidik investasi asing di sektor pangan serta kesempatan perluasan ekspor.
Selasa, 31 Maret 2026 - 11:43 WIB
Reporter:
Editor :

Selain itu, penandatanganan Letter of Intent antara Chongqing Department Store Co., Ltd, Liang Zhi Long, dan ATTEC menjadi langkah awal penguatan kerja sama perdagangan produk Indonesia ke pasar Tiongkok.

Kesepakatan ini membuka peluang peningkatan akses pasar dan distribusi produk, serta mendorong implementasi kerja sama bisnis yang lebih konkret ke depan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai potensi pasar Tiongkok harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan produk Indonesia.

“Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh di pasar global,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dan kompetitif di tingkat global.

“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi tersebut harus menghasilkan implementasi nyata melalui investasi dan kemitraan jangka panjang.

“Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan, dan diwujudkan dalam kerja sama strategis dan investasi jangka panjang,” tambahnya.

Selain sektor pangan, forum ini juga membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis kuliner melalui ekspansi restoran Indonesia ke pasar internasional. Salah satu peserta, Sari Ratu, turut ambil bagian sebagai representasi restoran Indonesia yang berpotensi berkembang di luar negeri.

Kehadiran restoran Indonesia di berbagai negara diharapkan dapat menjadi pintu masuk peningkatan ekspor produk bumbu dan rempah. Inisiatif ini sejalan dengan pengembangan program “jalur rempah” yang bertujuan memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat global, sekaligus membangun ekosistem ekspor berkelanjutan melalui integrasi industri makanan, restoran, dan rantai pasok bahan baku domestik.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:45
01:32
09:34
01:46
32:37
09:52

Viral