- Dok. DPR RI
DPR Ungkap Tantangan Investasi Jumbo Jepang ke RI, Sebut Komitmen Rp384 Triliun Bukan Basa-Basi
Bahkan, proyek baru dinilai kurang dari 10 persen sehingga memunculkan keraguan bahwa kesepakatan hanya akan berhenti pada tahap penandatanganan.
Namun demikian, ia menegaskan Jepang memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan seluruh perjanjian tersebut.
“Karena itu, saat Bapak Presiden Prabowo menyampaikan bahwa jika ada hambatan di lapangan agar segera melaporkan ke beliau."
"Selain itu, dalam pidatonya Bapak Presiden menyampaikan tentang jaminan memberikan kepastian dan kenyamanan dalam berinvestasi di Indonesia. Para pengusaha Jepang langsung bertepuk tangan. Itu yang mereka tunggu, karena hambatannya adalah di lapangan,” terang Gobel.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi dan kemudahan perizinan.
“Apalagi dalam situasi global yang sedang bergerak mengikuti kondisi yang dinamis,” katanya.
Sebagai contoh, Gobel optimistis proyek Blok Masela dan kerja sama Mandiri Investment Management dapat terealisasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden telah bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan besar Jepang, seperti JBIC, Mitsubishi, Mitsui, Tokyo Gas, Marubeni, Sumitomo, Sojitz, Toyota, Panasonic, Inpex, dan Takeda, serta pimpinan Kaidanren.
“Mereka adalah para pengambil keputusan sehingga diharapkan bisa lebih konkret, sehingga tepat bertemu dengan Pak Rosan,” pungkasnya. (rpi)