news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman..
Sumber :
  • Bulog

Rekor Stok Beras RI Tembus 4,5 Juta Ton, Mentan Pastikan Pangan Aman Meski Ada Gejolak Timur Tengah

Mentan menyebut bahwa capaian stok beras saat ini merupakan hasil kebijakan pemerintah yang mendorong lonjakan produksi dalam waktu singkat, sehingga target swasembada pangan kian dekat.
Minggu, 5 April 2026 - 16:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah tetap stabil di angka sekitar 4,5 juta ton.

Cadangan beras yang dikelola Perum Bulog ini diklaim mampu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak kawasan Timur Tengah.

"Sekarang kurang lebih 4,5 juta ton (stok pemerintah). Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, nggak usah diragukan," kata Mentan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama Bulog Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Amran menjelaskan peningkatan stok beras merupakan hasil kebijakan pemerintah yang mendorong lonjakan produksi dalam waktu singkat, sehingga mendekatkan target swasembada pangan.

Sejumlah kebijakan yang mendukung antara lain penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, serta percepatan transformasi pertanian modern dan langkah strategis lainnya.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun," ujarnya.

Ilustrasi gudang beras.
Sumber :
  • Dok. Kementan

Menurut Mentan, volume stok saat ini bahkan telah melampaui kapasitas gudang yang tersedia. 

Pemerintah pun harus menambah ruang penyimpanan melalui skema penyewaan.

"Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan, ke depan itu, dalam 10 hari, 20 hari, stok (beras) sudah 5 juta ton," ucapnya.

Ia menegaskan capaian tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

"Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi, nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.

Di daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, terutama di Sulawesi Selatan yang kini mencapai 761 ribu ton, lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

"Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton, hari ini (stok beras) 761 ribu ton, dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. Dalam 20 hari lagi, 5 juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton," jelasnya.

Untuk mendukung penyerapan hasil panen petani, pemerintah terus memperluas kapasitas penyimpanan, termasuk dengan menyewa gudang tambahan.

"Bayangkan, dulu gudangnya yang disewakan ke orang karena tidak ada isinya. Sekarang ini sewa gudang," ucap Amran.

Ia memastikan data stok tersebut telah diverifikasi langsung melalui pengecekan lapangan secara menyeluruh.

"Kita harus cek langsung. Kita tidak boleh, bukan saatnya kita pura-pura. Kami lihat di depan, kami lihat truk. Ini gudang paling belakang, ini semua penuh," tegas Amran.

"Ini tolong disampaikan kepada orang yang tidak percaya. Dan, yang tidak percaya, boleh mengecek gudang seluruh Indonesia," tambahnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

Jika memperhitungkan stok cadangan, pasokan sektor horeka, serta potensi panen yang sedang berlangsung, ketersediaan pangan dinilai aman.

"Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman," kata Amran. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral