news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Investasi RI Melejit, Rp497 Triliun Masuk di Awal 2026 dan Serap 627 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

Melejitnya investasi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, sekitar 627 ribu tenaga kerja terserap.
Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Arus investasi ke Indonesia tetap menunjukkan daya tahan kuat di tengah tekanan geopolitik global. Pemerintah memproyeksikan realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026 menembus Rp497 triliun, atau tumbuh sekitar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga.

“Kita masih menunggu sampai tanggal 15 (untuk perhitungan pasti realisasi investasi). Tapi dengan perkembangan ini, Insyaallah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada 3 bulan pertama ini, bisa kami capai yaitu sebesar Rp497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan,” kata Rosan, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Tak hanya dari sisi nilai, lonjakan investasi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, sekitar 627 ribu tenaga kerja terserap atau naik 5,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 594 ribu orang.

“Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen (secara tahunan),” ujar Rosan.

Dominasi sektor hilirisasi kembali menjadi penopang utama derasnya arus modal. Program ini menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk, mempertegas strategi pemerintah dalam mendorong nilai tambah industri dalam negeri.

“Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar. Kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia,” ia menerangkan.

Secara sektoral, industri logam dasar menjadi magnet utama dengan nilai investasi mencapai Rp67 triliun. Disusul sektor transportasi, pergudangan, dan logistik sebesar Rp54 triliun, serta pertambangan Rp 51 triliun.

Sektor jasa lainnya—termasuk pusat data—menyumbang Rp43 triliun, sementara perumahan dan kawasan industri mencapai Rp36 triliun.

Dari sisi wilayah, Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi dengan realisasi Rp74 triliun. Jawa Barat mengikuti dengan Rp72 triliun, kemudian Jawa Timur Rp38 triliun, Sulawesi Tengah Rp34 triliun, dan Banten Rp33 triliun.

Sementara itu, aliran penanaman modal asing masih didominasi oleh negara-negara besar seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

“Negara-negaranya (penanaman modal asing) masih didominasi seperti Singapura, kemudian China, kemudian Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan yang lain-lainnya,” ungkap Rosan.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru dinilai semakin menarik di mata investor internasional. Stabilitas politik dan keamanan menjadi faktor kunci yang memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi.

“Mereka melihat Indonesia menjadi lebih menarik lagi karena salah satu kekuatan kita, kita selalu bisa menjaga kedamaian dan stabilitas. Jadi stabilitas, baik itu stabilitas secara politik maupun keamanan, dan juga iklim investasi yang terjaga dengan baik,” ujar Rosan.

Ia juga menegaskan bahwa meningkatnya minat investor tidak lepas dari peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat diplomasi ekonomi.

Dalam berbagai kunjungan kenegaraan, kepala negara secara langsung menjalin komunikasi dengan pelaku usaha global dan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi ekonomi nasional.

“Ini sangat membantu memberikan keyakinan kepada investor bahwa Bapak Presiden itu sangat memahami, sangat juga menguasai keadaan geopolitik dan juga perekonomian di Indonesia, serta langkah-langkah apa yang kita sudah ambil,” tutupnya. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral