news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa (14/4/2026)..
Sumber :
  • ESDM

Bahlil Nego Impor Minyak dan LPG dari Rusia, Beri Sinyal soal Ketahanan Energi RI

Menteri Bahlil melakukan negosiasi intensif dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev terkait rencana pembelian minyak mentah dan LPG demi jaga ketahanan energi nasional.
Selasa, 14 April 2026 - 19:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan pembicaraan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev terkait rencana pembelian minyak mentah dan LPG dalam pertemuan yang berlangsung di Moskow, Selasa (14/4/2026).

Pada pertemuan itu, Rusia menyatakan komitmennya untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, termasuk melalui pasokan minyak, gas bumi, serta fasilitas penyimpanan energi.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta.

Sejumlah perusahaan energi asal Rusia turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Bahlil menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama dilakukan melalui dua skema, yakni antarpemerintah (G2G) dan antarbisnis (B2B).

Skema ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan fasilitas penyimpanan minyak mentah, kontrak pasokan jangka panjang untuk minyak dan LPG, penjajakan energi nuklir, hingga kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” ucapnya.

Bahlil menilai hasil pertemuan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global.

Ia juga memandang Rusia sebagai mitra strategis, mengingat kapasitas produksi energi yang besar serta pengalaman panjang negara tersebut di industri minyak dan gas.

“Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” kata Bahlil.

Di tengah fluktuasi pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik dan dinamika produksi, pemerintah terus mencari sumber pasokan alternatif untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Dalam konteks tersebut, Rusia dinilai memiliki posisi penting sebagai pemasok energi sekaligus mitra potensial untuk kerja sama jangka panjang.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral