news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Obat-obatan.
Sumber :
  • Pixabay

Perang Global Mulai Sasar Harga Obat, BPOM Sebut Stok 6 Bulan ke Depan Masih Aman

Tekanan geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga obat karena sebagian besar komponen obat berasal dari industri petrokimia.
Senin, 20 April 2026 - 16:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan dampak konflik global mulai menghantam sektor farmasi nasional. 

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkap lebih dari 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih berasal dari luar negeri.

“Bahan baku intermediate product bahkan biosimilar itu lebih 90 persen kita impor. Jadi tentu ini akan berdampak kepada harga obat,” ungkap Taruna Ikrar dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (20/4/2026). 

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar
Sumber :
  • TV Parlemen

Ia menjelaskan, tekanan geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga karena sebagian besar komponen obat berasal dari industri petrokimia.

“Pada umumnya, lebih 50 persen itu merupakan petrokimia. kemudian beberapa obat juga sekitar 30 persen. turunan dari petrokimia,” ujarnya.

Meski demikian, BPOM memastikan stok obat nasional masih relatif aman dalam jangka pendek.

“Sampai 6 bulan ke depan masih aman. tapi kalau ini perang berlanjut terus akan berpengaruh,” jelasnya.

Untuk meredam potensi lonjakan harga, BPOM menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya dengan melonggarkan aturan kemasan obat agar industri bisa menekan biaya produksi.

“Kalau kita tidak ubah itu akan mempengaruhi harga obat karena sekitar 30 persen kemasan itu mempengaruhi harga obat,” ungkapnya.

Selain itu, BPOM juga akan memanfaatkan posisi Indonesia sebagai regulator yang diakui dunia untuk mencari alternatif sumber impor bahan baku.

“Kita akan gunakan label baru kita ini untuk bargain ke negara-negara substituen impor,” tegasnya.

Di tengah tekanan global tersebut, BPOM menekankan bahwa menjaga ketersediaan obat jauh lebih penting dibanding sekadar harga.

“Kalau kita tidak tersedia obat, walaupun harganya murah tetapi tidak tersedia gimana,” katanya.

BPOM memastikan akan terus menyiapkan strategi lanjutan jika konflik global berkepanjangan, demi menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
01:49
04:22
02:39
00:59
03:27

Viral