- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Purbaya Siapkan Subsidi PPN 100 Persen Mobil Listrik: Supaya Nikel Kita Dipakai Betul
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menyiapkan langkah agresif untuk menghidupkan kembali ambisi besar industri nikel nasional di tanah air.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, rencana pemberian insentif pajak bagi kendaraan listrik berbasis nikel, termasuk skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung penuh oleh negara.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mendorong pemanfaatan sumber daya nikel dalam negeri secara maksimal, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global.
“Kalau yang non nikel di bawah itu, karena ita akan mendukung realisasi nikel di sini, supaya nikel kita dipakai betul,” kata dia, di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Melalui skema ini, mobil listrik dengan baterai berbasis nikel berpotensi mendapatkan subsidi PPN hingga 100 persen. Artinya, harga kendaraan bisa jauh lebih kompetitif, sekaligus mendorong produsen dan konsumen beralih ke teknologi berbasis nikel.
Langkah ini tak lepas dari kekhawatiran pemerintah atas arah industri global. Purbaya mengaku terpicu setelah membaca laporan media internasional The Economist yang menyebut ambisi Indonesia di sektor baterai terancam, seiring dominasi teknologi berbasis Lithium Ferro-Phosphate (LFP) yang tidak menggunakan nikel.
“Mimpi Indonesia hancur tentang baterai, karena China enggak pakai nikel. Saya mau hidupin mimpi itu lagi,” tuturnya.
Meski Indonesia juga memiliki potensi di sektor lithium, Purbaya menegaskan fokus kebijakan ini tetap pada penguatan industri berbasis nikel sebagai keunggulan strategis nasional.
“Saya mau memastikan mimpi kita bisa hidup terus, bisa memanfaatkan sumber daya alam ita secara maksimal,” tegas dia.
Namun, untuk kendaraan listrik non-nikel, skema insentif masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah belum memastikan apakah akan memberikan subsidi parsial, termasuk opsi PPN ditanggung sebagian.
“Enggak tahu, nanti kita omongin. Ini kan masih didiskusikan, ada perbedaan nih. Nanti ada yang ribut sama gue lagi,” ujar Purbaya.
Rencana ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga daya saing industri hilirisasi nikel di tengah perubahan tren teknologi global.
Dengan insentif fiskal yang agresif, pemerintah berharap “mimpi baterai Indonesia” tidak hanya bertahan, tetapi kembali menjadi kekuatan utama di pasar kendaraan listrik dunia. (agr/rpi)