- BCF
Jimmy Gani Perkenalkan Teori VECI, Kupas Tuntas Masalah Daya Saing BUM Desa
“Memang saat ini sudah ada pemeringkatan terhadap BUM Desa-BUM Desa oleh Kemendesa PDT. Jadi dari perintis, pemula, berkembang, juga maju. Tapi saya melihat indeks-indeksnya itu belum menggambarkan bagaimana daya saing dari BUM Desa itu sendiri,” jelas Jimmy.
Menurut Jimmy, faktor yang mempengaruhi BUM Desa berdaya saing dari hasil analisis secara keseluruhan, meliputi ancaman produk pengganti, kelayakan produk, kompetisi yang semakin mengglobal, dan peluang.
Dari teori VECI ini, Jimmy menciptakan langkah-langkah transformasi BUM Desa berdaya saing dengan 4 tahapan:
1. Reframe: mengubah cara pandang dan strategi BUM Desa dengan menitikberatkan pada perbaikan kelayakan produk, peluang, dan memperhatikan ancaman produk pengganti
2. Restructure: melakukan restrukturisasi alokasi sumber daya dengan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru
3. Revitalize: BUM Desa dapat menghidupkan kembali produk dan layanan melalui segmentasi pelanggan atau memperbaharui budaya kerja menjadi agile
4. Renew: membangun kapabilitas baru untuk masa depan yang berfokus pada ancaman produk pengganti, kelayakan produk, kompetisi yang semakin mengglobal, serta peluang.
“Dengan adanya konektivitas (teknologi dan internet), jarak dan sekat-sekat antar wilayah itu bisa diterobos. Sebenarnya ini kesempatan karena desa yang sedang mencoba membangun perekonomiannya tidak hanya mengandalkan sumber daya dari desa itu sendiri. Mereka bisa berkolaborasi antar desa bahkan antar wilayah. Perlu diberikan suatu bimbingan supaya BUM Desa bisa mengembangkan potensi di daerah dan bisa berkolaborasi dengan yang stakeholder lain,” jelas Jimmy.
Teori VECI Akan Diterapkan Melalui Collaborative Leadership Program dengan Bakrie Center Foundation
Teori Village Enterprises Competitiveness Index (VECI) akan coba diterapkan melalui Collaborative Leadership Program (Bersama Membangun Desa), program yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation. Program ini akan berfokus pada pengembangan kepemimpinan untuk mendukung penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai entitas bisnis yang lebih berdaya saing.
Program ini didesain untuk mengintegrasikan pembekalan kepemimpinan, analisis berbasis data, dan pendampingan lapangan. Collaborative Leadership Program dapat diikuti oleh fresh graduate maupun pemuda lokal untuk menjadi fasilitator, yang tidak hanya mempelajari konsep tetapi juga terlibat dalam proses kerja yang sistematis.