news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di November 2025, Bank Indonesia Jelaskan Alasannya.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Cadangan Devisa RI Turun di Tengah Guncangan Global, BI Pastikan Benteng Ekonomi Masih Kokoh

Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada April 2026 di tengah meningkatnya tekanan pasar keuangan global dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia (BI).
Minggu, 10 Mei 2026 - 14:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada April 2026 di tengah meningkatnya tekanan pasar keuangan global dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Meski demikian, otoritas moneter memastikan posisi devisa nasional masih berada pada level aman dan mampu menjadi tameng bagi ketahanan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar US$146,2 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang mencapai US$148,2 miliar.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar US$146,2 miliar, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar US$148,2 miliar,” kata Ramdan dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

BI menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah hingga langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

Menurut BI, kebijakan stabilisasi tersebut ditempuh sebagai respons atas ketidakpastian pasar keuangan global yang semakin meningkat akibat tekanan geopolitik dan dinamika ekonomi internasional.

“Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” lanjut Ramdan.

Meski turun, posisi cadangan devisa saat ini dinilai masih sangat memadai. BI mencatat cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

“Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Ramdan.

Bank sentral juga menilai posisi cadangan devisa yang tetap tinggi menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” ujarnya.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Optimisme tersebut ditopang oleh aliran modal asing yang diperkirakan terus masuk seiring positifnya persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” katanya.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkokoh daya tahan sektor eksternal di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Ramdan. (agr/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral