news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah..
Sumber :
  • Antara

Jika Negosiasi Damai Iran-AS Buntu hingga Harga Minyak Ikut Menguat, Apa Kabar Nilai Tukar Rupiah?

Rupiah diprediksi melemah setelah negosiasi damai Iran dan AS menemui jalan buntu. Penguatan dolar AS dan harga minyak jadi pemicu utama.
Senin, 11 Mei 2026 - 15:20 WIB
Reporter:
Editor :

Permintaan itu disebut telah disampaikan ke Washington melalui jalur diplomatik.

Mengapa Konflik Iran-AS Bisa Pengaruhi Rupiah?

Memanasnya hubungan Iran dan AS memiliki dampak besar terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Ketika konflik geopolitik meningkat, investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berpotensi melemah.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia juga dapat memberi tekanan tambahan terhadap ekonomi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.

Jika harga minyak naik terlalu tinggi, maka biaya impor energi meningkat dan dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

Faktor yang Menekan Rupiah

Beberapa sentimen yang dinilai memengaruhi pelemahan rupiah antara lain:

  • Kebuntuan negosiasi damai Iran dan AS

  • Penguatan dolar AS di pasar global

  • Kenaikan harga minyak mentah dunia

  • Kekhawatiran pasar terhadap Selat Hormuz

  • Sentimen domestik terkait data ekonomi Indonesia

Investor Tunggu Data Kepercayaan Konsumen

Selain faktor global, pasar juga menyoroti sentimen dari dalam negeri.

Investor saat ini menunggu rilis data survei kepercayaan konsumen Indonesia yang diperkirakan mengalami penurunan.

Indeks kepercayaan konsumen diproyeksikan turun dari level 122,9 menjadi 122.

Penurunan tersebut dinilai dapat memengaruhi optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi domestik dalam jangka pendek.

Di tengah kombinasi tekanan eksternal dan domestik, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Harga Minyak dan Dolar Jadi Penentu Pasar

Pengamat menilai arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan akan sangat dipengaruhi perkembangan hubungan diplomatik Iran dan Amerika Serikat.

Apabila negosiasi terus mengalami kebuntuan dan ketegangan meningkat, harga minyak dunia berpotensi terus naik dan mendorong penguatan dolar AS lebih lanjut.

Situasi itu bisa memberi tekanan tambahan bagi mata uang Asia, termasuk rupiah.

Sebaliknya, apabila kedua negara kembali membuka ruang dialog dan tensi geopolitik mereda, pasar keuangan global diperkirakan akan lebih stabil sehingga tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
02:53
07:16
00:53
01:07
05:10

Viral