- Sekretariat Presiden
Bahlil Ungkap Minyak Impor Rusia Segera Masuk Indonesia, Pengiriman Diperkirakan Dimulai 1–2 Pekan Lagi
Menurut Yuliot, apabila impor dilakukan langsung oleh BUMN, maka terdapat sejumlah konsekuensi yang perlu diperhitungkan.
Pasalnya, BUMN terkait saat ini sudah memiliki kontrak pengadaan minyak dengan pihak lain sehingga diperlukan penyesuaian tambahan.
Karena itu, opsi impor melalui BLU juga mulai dipertimbangkan pemerintah.
Ia menilai penggunaan skema BLU dapat memberikan fleksibilitas lebih besar, termasuk dalam aspek pembiayaan.
“Oleh karena itu, opsi lainnya yang sedang dipertimbangkan adalah mengimpor melalui BLU. Ia berharap terdapat kemudahan, termasuk pembiayaan, apabila mengimpor melalui BLU,” kata Yuliot.
Pengiriman Tinggal Tunggu Teknis Distribusi
Meski kesepakatan dan kontrak sudah selesai, pemerintah menyebut saat ini fokus pembahasan berada pada aspek teknis distribusi dan pengiriman minyak mentah dari Rusia ke Indonesia.
Bahlil optimistis proses tersebut tidak akan memakan waktu lama dan pengiriman pertama bisa dimulai dalam waktu dekat.
Rencana impor minyak Rusia sendiri menjadi perhatian publik karena dilakukan di tengah dinamika pasar energi global serta upaya Indonesia menjaga ketahanan energi nasional.
Selain itu, kerja sama energi Indonesia dan Rusia dinilai akan menjadi salah satu proyek strategis yang dipantau hingga akhir 2026. (nsp)