- ANTARA
IHSG Ambles 3,53% Sepekan, Investor Dibayangi Efek Trump-Xi Jinping hingga Rupiah Rp17.500
IHSG Tertekan Rebalancing dan Rupiah Melemah
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG sepanjang pekan masih didominasi tekanan jual.
“Selama sepekan ini IHSG terkoreksi -3,53% dan masih didominasi oleh tekanan jual,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah faktor yang menekan IHSG antara lain:
-
Inflasi AS yang masih tinggi
-
Potensi suku bunga bertahan lama
-
Memanasnya geopolitik global
-
Dampak rebalancing indeks global
-
Pelemahan rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp17.500 turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Selain itu, waktu perdagangan yang lebih singkat selama periode tertentu juga memengaruhi likuiditas transaksi di pasar saham domestik.
Bursa Asia Kompak Melemah
Mayoritas bursa Asia juga ditutup melemah pada perdagangan Jumat (15/5/2026).
Berikut pergerakan indeks utama Asia:
-
Nikkei 225 Jepang turun 1,99%
-
Hang Seng Hong Kong turun 1,62%
-
SSE Composite China turun 1,02%
-
KOSPI Korea Selatan turun 6,12%
-
TAIEX Taiwan turun 1,39%
-
S&P/ASX 200 Australia turun 0,11%
Secara mingguan, sebagian besar indeks Asia juga mencatat pelemahan akibat tingginya ketidakpastian global.
Awal Pekan Depan IHSG Diprediksi Masih Volatil
Nafan memperkirakan pada awal pekan depan IHSG masih berpotensi mengalami volatilitas karena pasar akan menyesuaikan diri dengan pergerakan global selama masa libur panjang.
“Biasanya nanti pada pembukaan Senin akan ada catch-up terhadap pergerakan bursa global dan regional selama masa libur tersebut,” ujarnya.
Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat seperti inflasi produsen dan konsumen, serta arah kebijakan bank sentral global.
Saham Perbankan Masih Jadi Andalan
Meski IHSG tertekan, sektor perbankan masih dinilai menjadi penopang utama stabilitas pasar domestik.
Optimisme terhadap pertumbuhan kredit dan kondisi fundamental bank besar membuat saham-saham blue chip perbankan tetap dilirik investor jangka panjang.
Beberapa saham perbankan yang masih menjadi perhatian pasar antara lain:
-
BBCA
-
BBRI
-
BMRI
-
BBNI
Investor disebut lebih memilih saham dengan fundamental kuat dan kapitalisasi besar di tengah tingginya volatilitas pasar saat ini.