news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo menyapa rakyat saat groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri Tahun 2026 di Tuban, Jawa Timur..
Sumber :
  • Setpres

Panen Raya Jagung Bareng Presiden, Petani Ungkap Perubahan yang Dibawa Prabowo untuk Swasembada Pangan

Para petani di Tuban mengatakan kehadiran Presiden Prabowo dalam panen raya jagung membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat tani, termasuk petani hutan.
Minggu, 17 Mei 2026 - 18:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), disambut antusias para petani dan kelompok tani setempat.

Para petani mengatakan kehadiran Presiden membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat tani, termasuk petani hutan di wilayah Tuban.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri, mengaku senang atas kunjungan Presiden Prabowo yang menurutnya menjadi momen bersejarah bagi petani di daerah tersebut.

“Kalau Pak Presiden Prabowo ke sini, saya melihatnya sangat-sangat senang. Karena tidak pernah dikunjungi Pak Presiden di wilayah kami, baru ini, saya sangat semangat dan senang,” ujar Tasmuri.

Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh petani, terutama terkait kemudahan mendapatkan pupuk dengan harga lebih terjangkau.

“Kalau sekarang banyak perubahan. Kalau dulu, masalah pupuk, tetap pupuk yang diandalkan petani. Yang dulu sangat sulit, ngantri-ngantri. Ada perubahan, (oleh) Pak Prabowo harganya diturunkan. Yang dulu lebih mahal, sekarang turun dan pelayanannya sangat sederhana, ya, mudah dicari,” tuturnya.

Poktan Ngudi Makmur mengelola lahan seluas 631,7 hektare dengan sekitar 750 petani penggarap. Meski kondisi pupuk dinilai membaik, Tasmuri berharap pemerintah dapat membantu penyediaan sumur bor untuk kebutuhan irigasi karena lahan pertanian di wilayah tersebut masih bergantung pada curah hujan.

“Karena di sini, wilayah saya ini kan kalau kadang tidak ada hujan, sudah gagal yang panen kedua. Itu petani rugi sangat besar, karena jagungnya tidak bisa jadi,” ungkapnya.

Selain persoalan irigasi, ia juga mengapresiasi kenaikan harga jagung yang kini mencapai lebih dari Rp6.000 per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut membantu petani menutup biaya produksi.

“Kalau jual hasil tani, alhamdulillah sudah baik. Dulu harga jagung hanya Rp3.800-Rp4.000. Tapi sekarang sampai 6 (ribu) lebih. Sekarang sampai 6 (ribu) lebih, Rp6.200 per kilo. Berarti petani sangat gembira, karena biayanya banyak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Sudarlim, berharap kunjungan Presiden membawa perhatian lebih bagi petani hutan di Tuban.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral