news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi uang rupiah hasil rezeki setelah kerja seharian.
Sumber :
  • ANTARA

Rupiah Bangkit Usai Sempat Sentuh Rp17.800, Kini Menguat Lagi terhadap Dolar AS

Rupiah kembali menguat terhadap dolar AS pada Kamis pagi setelah sempat menyentuh level Rp17.800. Simak penyebab penguatan rupiah hari ini.
Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB
Reporter:
Editor :

Kepala strategi pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan dolar AS saat ini mulai mendekati area teknikal yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut.

“Dolar AS juga mendekati level teknis yang menunjukkan bahwa akan terjadi penurunan,” ujar Chandler.

Pernyataan itu memberi harapan bagi pasar bahwa tekanan terhadap rupiah bisa mulai mereda apabila penguatan dolar AS tertahan.

Mata Uang Global Bergerak Variatif

Di tengah penguatan rupiah, sejumlah mata uang utama dunia juga menunjukkan pergerakan yang beragam terhadap dolar AS.

Euro tercatat menguat 0,21 persen menjadi US$1,1628 per dolar AS. Poundsterling Inggris juga naik 0,37 persen ke level US$1,3442 per dolar AS.

Sementara itu, dolar Australia menguat 0,63 persen terhadap dolar AS menjadi US$0,5871.

Berbeda dengan mata uang lainnya, yen Jepang justru melemah 0,21 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang global tersebut mencerminkan pasar masih terus merespons perkembangan geopolitik dunia dan arah kebijakan suku bunga AS.

BI Sebelumnya Naikkan Suku Bunga Demi Stabilkan Rupiah

Penguatan rupiah hari ini juga terjadi setelah Bank Indonesia sebelumnya mengambil langkah agresif dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal dan penguatan dolar AS yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah sendiri sebelumnya juga telah mematok asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Dengan posisi rupiah yang saat ini berada di level Rp17.651 per dolar AS, pasar masih menunggu langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas mata uang nasional di tengah dinamika global yang masih bergejolak. (nsp)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:22
02:24
13:17
09:05
01:10
01:42

Viral