- antara
Harga Minyak Sawit Rontok Dua Hari Beruntun, Ekspor Lesu dan Harga Minyak Dunia Jadi Pemicu
Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Pelemahan harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bahkan berlangsung selama dua hari berturut-turut seiring turunnya permintaan ekspor serta melemahnya harga minyak mentah dunia.
Tekanan di pasar minyak sawit global membuat seluruh kontrak berjangka CPO ditutup di zona merah. Penurunan harga minyak sawit juga dipengaruhi sentimen negatif dari pasar minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak sawit Dalian.
Berdasarkan data penutupan Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka minyak sawit untuk Juni 2026 anjlok 112 Ringgit Malaysia menjadi 4.403 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak minyak sawit Juli 2026 turun lebih dalam sebesar 123 Ringgit Malaysia menjadi 4.433 Ringgit Malaysia per ton.
Penurunan harga minyak sawit juga terjadi pada kontrak lainnya, yakni:
-
Kontrak Agustus 2026 turun 125 Ringgit Malaysia menjadi 4.458 Ringgit Malaysia per ton
-
Kontrak September 2026 melemah 121 Ringgit Malaysia menjadi 4.480 Ringgit Malaysia per ton
-
Kontrak Oktober 2026 terkoreksi 112 Ringgit Malaysia menjadi 4.507 Ringgit Malaysia per ton
-
Kontrak November 2026 turun 101 Ringgit Malaysia menjadi 4.537 Ringgit Malaysia per ton
Ekspor Minyak Sawit Malaysia Turun Tajam
Tekanan terbesar terhadap harga minyak sawit datang dari melemahnya kinerja ekspor produk sawit Malaysia sepanjang Mei 2026.
Data surveyor kargo yang dikutip dari TradingView menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia periode 1–20 Mei 2026 turun antara 13,9 persen hingga 20,5 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Penurunan ekspor tersebut menjadi sentimen negatif utama bagi pasar minyak sawit karena mencerminkan lemahnya permintaan global terhadap produk CPO dan turunannya.
Lesunya ekspor membuat pelaku pasar khawatir terhadap peningkatan stok minyak sawit di Malaysia. Kondisi itu kemudian mendorong aksi jual di pasar berjangka CPO sehingga harga minyak sawit semakin tertekan.
Di sisi lain, pasar minyak sawit global juga menghadapi persaingan ketat dengan minyak nabati lain yang harganya ikut melemah.
Harga Minyak Nabati Pesaing Ikut Turun
Harga minyak sawit turut terbebani oleh penurunan harga minyak nabati pesaing di pasar internasional.