news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bank Indonesia.
Sumber :
  • ANTARA

BI Ungkap Neraca Pembayaran RI Defisit 9,1 Miliar Dolar AS pada Triwulan I 2026

Bank Indonesia mencatat neraca pembayaran Indonesia triwulan I 2026 defisit 9,1 miliar dolar AS akibat tekanan transaksi modal dan finansial.
Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB
Reporter:
Editor :

Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang masih terjaga.

Bank Indonesia juga mencatat defisit neraca pendapatan primer meningkat akibat kenaikan pembayaran kupon dan bunga.

Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik seiring menurunnya impor jasa freight.

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Tinggi

Di tengah defisit neraca pembayaran Indonesia, posisi cadangan devisa nasional dinilai masih kuat.

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 mencapai 148,2 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Cadangan devisa Indonesia juga disebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penopang utama ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan global.

BI Optimistis Neraca Pembayaran Tetap Terjaga

Untuk keseluruhan tahun 2026, Bank Indonesia memprakirakan kinerja neraca pembayaran Indonesia tetap baik.

BI memperkirakan defisit transaksi berjalan tetap rendah dalam kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen dari PDB.

Ke depan, Bank Indonesia mengaku akan terus mencermati perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi prospek neraca pembayaran Indonesia.

Selain itu, BI juga akan memperkuat respons bauran kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga ketahanan sektor eksternal nasional.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal,” ujar Ramdan. (nsp)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:47
02:02
04:25
04:34
06:21
01:18

Viral