- Gemini Generated AI
Literasi Keuangan Jadi Kunci Generasi Muda Hindari Utang Konsumtif dan Bijak Kelola Finansial
Jakarta, tvOnenews.com - Literasi keuangan kini menjadi salah satu kemampuan dasar yang semakin penting dimiliki masyarakat, terutama generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial dan layanan digital.
Kemampuan memahami serta mengelola keuangan pribadi dinilai tidak lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi individu maupun keluarga.
Literasi keuangan mencakup pemahaman tentang cara mengatur pengeluaran, menabung, mengelola utang, hingga mengambil keputusan investasi secara bijak dan terukur.
Dengan pemahaman finansial yang baik, seseorang dinilai lebih mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga terhindar dari jebakan konsumtif seperti utang berlebihan, pinjaman ilegal, maupun penggunaan layanan paylater tanpa perhitungan matang.
Selain itu, kemampuan mengelola keuangan juga berperan penting dalam membantu masyarakat menyiapkan dana darurat, merencanakan pendidikan, hingga mempersiapkan masa pensiun secara lebih aman.
Literasi Finansial Disebut Lindungi dari Risiko Digital
Di era digital saat ini, pemahaman keuangan juga menjadi benteng penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko penipuan transaksi digital.
Masyarakat yang memiliki literasi finansial dinilai lebih cermat dalam memilih layanan keuangan resmi dan memahami risiko sebelum menggunakan produk finansial tertentu.
Kemampuan tersebut juga membantu individu mengambil keputusan keuangan secara rasional dan tidak mudah tergiur tawaran yang berpotensi merugikan.
Karena itu, edukasi keuangan dinilai perlu terus diperluas, khususnya kepada generasi muda yang kini menjadi pengguna aktif layanan keuangan digital.
Pengelolaan Keuangan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Dalam praktiknya, literasi keuangan dibangun melalui sejumlah kebiasaan dasar seperti membuat anggaran pengeluaran, menabung secara rutin, hingga mengelola utang dengan sehat.
Selain itu, pemahaman mengenai investasi dan pengembangan aset juga menjadi bagian penting agar nilai keuangan tidak tergerus inflasi.
Kedisiplinan dalam mengatur arus kas atau cash flow dinilai menjadi fondasi utama untuk menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang.
Semakin baik kemampuan masyarakat mengelola keuangan, semakin besar pula kontribusinya terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Indodana Fintech Dorong Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa
Komitmen memperkuat literasi keuangan tersebut kini juga terus dilakukan berbagai perusahaan teknologi finansial, salah satunya Indodana Fintech.
Perusahaan penyedia layanan dana tunai dari PT Artha Dana Teknologi itu menegaskan dukungannya terhadap peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional melalui program edukasi bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi”.
Program tersebut digelar bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.
Kegiatan ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih bijak di tengah berkembangnya teknologi finansial.
Mahasiswa Diajak Bedakan Kebutuhan dan Gaya Hidup Konsumtif
Dalam sesi edukasi tersebut, Indodana Fintech menyoroti pentingnya mempersempit kesenjangan antara pemahaman teori keuangan dengan praktik penggunaan layanan finansial di kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa juga diajak lebih bijak membedakan kebutuhan produktif dengan gaya hidup konsumtif yang berisiko memicu masalah finansial.
Compliance Assistant Manager Indodana Fintech, Muhammad Wildan Fadhillah, mengatakan teknologi finansial seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pemberdayaan untuk mendukung kemandirian ekonomi generasi muda.
“Di masa perkuliahan, teknologi finansial harus dilihat sebagai alat pemberdayaan untuk mendukung kemandirian, mulai dari pengelolaan keuangan harian hingga akses modal untuk mulai berwirausaha,” ujar Wildan.
Namun, ia mengingatkan mahasiswa tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian saat menggunakan layanan digital.
“Mahasiswa wajib memastikan setiap layanan digital yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK,” lanjutnya.
Indodana Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Nasional
Melalui program Pindar Mengajar, Indodana Fintech menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran finansial generasi muda Indonesia.
Perusahaan berharap mahasiswa dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.
Sebagai informasi, Indodana Fintech merupakan platform layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi yang berdiri sejak November 2017 dan telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 19 Mei 2020. (nsp)