- Istimewa
Ada Beban Lingkungan Serius di Balik Canggihnya AI, EduALL Soroti Jejak Karbon hingga Konsumsi Air
Menurutnya, semakin banyak social enterprise di Indonesia yang mulai menghadirkan model bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Katyana kembali menekankan bahwa perkembangan AI tidak boleh hanya dipandang sebagai simbol kemajuan teknologi. Ia menilai generasi muda perlu mulai mempertanyakan dampak ekologis di balik kenyamanan digital yang digunakan setiap hari.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan terus berkembang, tapi apakah perkembangannya bisa tetap berjalan tanpa memperburuk kerusakan lingkungan yang sudah terjadi,” refleksi Katyana.
Bagi Katyana, inovasi teknologi tetap perlu berjalan seiring dengan kesadaran terhadap “biaya lingkungan” yang muncul akibat kemudahan instan.
Diskusi kritis tersebut menjadi bagian dari visi EduALL melalui The Cornerstone. Selama ini, EduALL dikenal sebagai konsultan pendidikan yang mendampingi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke universitas luar negeri.
Namun, organisasi tersebut juga berupaya membentuk generasi pembawa perubahan atau game changer yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap persoalan nyata di masyarakat.
“Yang paling menarik buat kami bukan cuma bagaimana generasi muda menggunakan AI, tapi bagaimana mereka mulai berani mempertanyakan dampaknya. Dari jejak karbon sampai sustainability, diskusi ini menunjukkan bahwa anak muda hari ini tidak hanya ingin jadi pengguna teknologi, tapi juga bagian dari solusi,” ujar CEO EduALL, Devi Kasih. (rpi)