news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BTPN dan BTPS dijadwalkan akan membagikan dividen hari ini, Jumat (19/4/2024).
Sumber :
  • BTPN

Bank SMBC Indonesia Alihkan Portofolio Pinjaman Rp19,9 Triliun ke BTN, Nilainya Capai 46 Persen Ekuitas

Bank SMBC Indonesia mengalihkan portofolio pinjaman Rp19,9 triliun ke BTN. Nilai transaksi mencapai 46,3 persen dari total ekuitas perseroan.
Senin, 25 Mei 2026 - 16:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk mengumumkan transaksi material berupa pengalihan portofolio pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan total nilai mencapai Rp19,93 triliun.

Transaksi tersebut dilakukan tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan telah diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/5/2026).

Manajemen PT Bank SMBC Indonesia Tbk menjelaskan bahwa transaksi diteken pada 22 Mei 2026 melalui dua perjanjian berbeda, yakni Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA).

Nilai transaksi yang mencapai Rp19.928.197.559.246 itu setara sekitar 46,3 persen dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025, sehingga masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Portofolio Pinjaman Pensiunan Dialihkan ke BTN

Melalui perjanjian CPTA, PT Bank SMBC Indonesia Tbk sepakat menjual dan mengalihkan portofolio pinjaman yang berkaitan dengan pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola oleh TASPEN kepada BTN.

Sementara itu, dalam perjanjian CLATA, pengalihan mencakup aset pinjaman yang terkait pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola ASABRI serta dana pensiun lainnya.

Tidak hanya itu, pengalihan juga mencakup pinjaman kepada karyawan aktif.

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa kedua perjanjian tersebut merupakan satu kesatuan transaksi yang dijalankan secara terpadu.

“Setiap dokumen mengatur objek transaksi secara terpisah beserta hak, kewajiban, dan syarat pendahuluan yang harus dipenuhi kedua pihak sebelum transaksi diselesaikan,” demikian keterangan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi BEI.

BTPN Tegaskan Tidak Ada Hubungan Afiliasi dengan BTN

Dalam penjelasannya, PT Bank SMBC Indonesia Tbk juga memastikan bahwa transaksi tersebut tidak melibatkan hubungan afiliasi dengan BTN.

Penegasan itu disampaikan untuk memastikan transaksi dilakukan sesuai ketentuan pasar modal dan regulasi yang berlaku.

Karena nilai transaksi mencapai hampir separuh ekuitas perusahaan, aksi korporasi tersebut menjadi perhatian investor di pasar modal.

Pengalihan portofolio pinjaman pensiunan ini juga dinilai menjadi salah satu langkah strategis perseroan dalam mengelola bisnis pembiayaan dan aset kredit.

Pendapatan Operasional SMBC Indonesia Naik 11 Persen

Sebelumnya, PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat kinerja pendapatan operasional sebesar Rp13,8 triliun hingga September 2025 atau naik 11 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pendapatan bunga bersih perseroan juga tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut didukung oleh margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang lebih tinggi di tengah persaingan pasar perbankan.

Kontribusi dari grup OTO setelah proses akuisisi disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan NIM perseroan menjadi 7,1 persen pada September 2025, naik dari 6,8 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih Turun Jadi Rp1,5 Triliun

Meski pendapatan operasional meningkat, perseroan mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun.

Angka tersebut turun 26 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp1,99 triliun.

Perseroan menyebut tetap fokus menjaga margin bunga bersih tetap sehat di tengah kondisi pasar yang kompetitif.

“SMBC Indonesia tetap fokus mempertahankan NIM yang sehat di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan dan volatilitas pasar yang terus berjalan,” demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan.

SMBC Indonesia Fokus Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan perseroan terus menjaga kinerja perusahaan dengan merespons dinamika pasar dan perubahan kebijakan moneter secara cepat.

Menurut dia, perusahaan juga berupaya menciptakan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berupaya menciptakan dampak berkelanjutan dengan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, mendorong kesejahteraan nasabah, dan memberdayakan komunitas menuju pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Henoch.

Henoch menambahkan seluruh strategi tersebut dijalankan dengan pendekatan adaptif dan fokus pada pertumbuhan yang dinilai bermakna bagi perusahaan maupun masyarakat.

Laporan keuangan konsolidasi SMBC Indonesia periode Januari hingga September 2025 sendiri telah memasukkan kinerja PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) atau Grup OTO setelah resmi menjadi bagian dari SMBC Indonesia sejak akhir Maret 2024. (nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:51
04:08
01:05
05:05
01:41

Viral