- Pertamina
Gelar Simulasi Kebakaran Digelar, Pertamina Retail Libatkan Damkar hingga TNI-Polri untuk Tingkatkan Budaya HSSE
Jakarta, tvOnenews.com - Sebagai bagian dari penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di area operasional SPBU, Pertamina Retail (PERTARE) menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD).
Giat tersebut salah satunya disimulasikan di SPBU COCO 51.651.16 Langsep Malang beberapa Waktu lalu.
Simulasi ini melibatkan seluruh pekerja SPBU dengan dukungan Polsek Klojen Kota Malang, Koramil 0833/01 Klojen Kota Malang, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang.
Dalam kegiatan ini, diperagakan skenario kebakaran di salah satu area SPBU yang menyebabkan kepala shift mengalami luka bakar sebelum api meluas ke area dispenser.
Lewat praktik ini, para pekerja diuji dalam menjalankan prosedur tanggap darurat, mulai dari koordinasi internal, komunikasi antar tim, penanganan korban, hingga penyampaian informasi kepada pihak terkait.
Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, mengatakan simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan agenda rutin perusahaan untuk memastikan kesiapan personel dan sistem tanggap darurat di area operasional tetap optimal.
“Operasional SPBU memiliki berbagai potensi bahaya seperti kebakaran, tumpahan BBM, ledakan, hingga risiko cedera terhadap pekerja saat menjalankan aktivitas di lapangan. Melalui pelaksanaan simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko dan potensi kerugian dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi,” ujar Ruli, dikutip Senin (25/5/2026).
Pelaksanaan simulasi diawali dengan penentuan alur kejadian dan pembagian tugas kepada setiap personel sesuai fungsi dalam Struktur Organisasi Keadaan Darurat.
Setelah itu, simulasi dilanjutkan dengan pelaksanaan skenario untuk menguji respons tim melalui proses koordinasi, komunikasi, penanganan situasi, hingga penyampaian informasi kepada pihak internal maupun eksternal.
Usai simulasi selesai, kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kesiapsiagaan ke depan.
Manager Region VI (Jatimbalinus) PERTARE, Aditya Hendrawan, mengatakan simulasi PKD rutin dilakukan agar seluruh pekerja mampu merespons kondisi darurat dengan cepat dan tepat.
“Melalui simulasi ini, kami harap seluruh pekerja SPBU dapat merefresh lagi pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan simulasi darurat, serta menjadi lebih sekaligus meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antar tim agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif saat menghadapi situasi darurat di area operasional,” ujarnya.