news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Diskusi yang diselenggarakan oleh Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia dalam rangka Indonesia Critical Minerals Conference 2026..
Sumber :
  • Kadin UK

Hilirisasi Nikel Jadi Perhatian Global, Kadin Dorong Standar Keberlanjutan yang Lebih Berkelas

Kadin UK-Irlandia mendorong standar hilirisasi nikel yang lebih berkelas untuk menjawab tantangan pasar global semakin menuntut bukti nyata atas penerapan prinsip keberlanjutan.
Kamis, 4 Juni 2026 - 15:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peran hilirisasi nikel terhadap perekonomian Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Pada kuartal I 2026, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai sekitar Rp147,5 triliun, dengan industri nikel menjadi penyumbang terbesar melalui investasi senilai Rp41,5 triliun.

Meski demikian, pemerintah dan pelaku industri terus berupaya memastikan keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi. Aspek keberlanjutan kini menjadi faktor penting karena semakin menentukan akses produk Indonesia ke pasar global.

Isu ini menjadi sorotan utama dalam diskusi bertajuk "Responsible Downstreaming at Scale: North Maluku Sustainable Experience" yang digelar Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia dalam rangka Indonesia Critical Minerals Conference 2026.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi internasional, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor mineral kritis. Mereka membahas pengalaman Maluku Utara yang dinilai berpotensi menjadi acuan global dalam penerapan hilirisasi yang bertanggung jawab di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk mendukung transisi energi dunia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian North Maluku Sustainability Trip yang berlangsung di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada 1-2 Juni 2026.

Ketua ESDM Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, Ovan Tito, menjelaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah pembicara melakukan kunjungan langsung ke kawasan IWIP di Maluku Utara.

Kunjungan itu bertujuan melihat perkembangan ekosistem hilirisasi nikel sekaligus meninjau berbagai upaya yang dilakukan agar kawasan tersebut dapat menjadi rujukan global dalam praktik responsible downstreaming.

“Banyak peserta datang dengan berbagai perspektif dan ekspektasi mengenai industri nikel Indonesia. Namun setelah melihat langsung operasional di lapangan, investasi lingkungan yang dilakukan, serta keterbukaan berbagai pihak dalam berdialog, kami melihat sebuah ekosistem industri yang beroperasi pada skala kelas dunia dan terus berupaya meningkatkan standar keberlanjutannya,” ujar Ovan, dikutip Kamis (4/6/2026).

Manfaat hilirisasi juga tercermin dari peningkatan nilai ekspor produk turunan nikel. Nilainya melonjak hampir sepuluh kali lipat, dari US$3,3 miliar pada 2018 menjadi sekitar US$34 miliar pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya nilai tambah yang berhasil diciptakan di dalam negeri.

Sebagai daerah yang menyumbang sekitar 13-15 persen pasokan nikel global, Maluku Utara kini menjadi salah satu titik penting dalam rantai pasok mineral kritis dunia.

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi secara nasional. Capaian itu didorong oleh aktivitas industri pengolahan dan pertambangan yang terus berkembang.

Selain itu, komoditas berbasis besi dan baja, nikel, serta bahan kimia anorganik menyumbang 96,65 persen dari total ekspor daerah. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran hilirisasi dalam menopang struktur ekonomi Maluku Utara.

Hilirisasi Harus Dirasakan Masyarakat Lokal

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai nilai industri, baik sebagai tenaga kerja terampil, pelaku usaha, maupun pemasok kebutuhan industri.

"Karena itu kami sedang memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat mengambil peran yang lebih besar dalam industri. Kami juga sedang mendorong pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang relevan dengan kebutuhan sektor industri, sehingga ke depan semakin banyak masyarakat lokal yang dapat mengisi posisi-posisi strategis," ucap Sherly.

Sherly menambahkan, hingga 2030 mendatang pemerintah daerah tidak hanya berfokus membangun kawasan industri yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, serta peluang ekonomi yang lebih luas.

Target tersebut sejalan dengan semakin pentingnya posisi Maluku Utara dalam rantai pasok mineral kritis dunia. Kondisi ini membuat praktik hilirisasi di Indonesia semakin mendapat perhatian pasar internasional, terutama terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG.

Executive Director NiPERA, Chris Schlekat, menilai pasar global akan semakin menuntut bukti nyata atas penerapan prinsip keberlanjutan oleh produsen nikel. Karena itu, penggunaan standar internasional yang kredibel dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan sekaligus menjaga daya saing industri nasional.

“Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen untuk menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi. Karena itu, penting bagi industri untuk mengacu pada standar yang kredibel, relevan, dan berbasis sains agar klaim mengenai praktik-praktik tersebut dapat diukur secara objektif,” tutur Chris.

Sementara itu, Co-head of Responsible Sourcing Glencore, Ilse Schoeters, menilai perbedaan mendasar antara Indonesia dan negara-negara dengan industri pertambangan yang lebih matang terletak pada usia industri serta pengalaman penerapan standar ESG yang lebih panjang.

“Industri nikel Indonesia berkembang dalam kecepatan yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari satu dekade, kawasan industri dan rantai nilai yang kompleks telah tumbuh dengan sangat cepat. Kami melihat ada perusahaan yang sudah menunjukkan kemajuan dalam mengintegrasikan ESG ke dalam operasionalnya, sementara beberapa yang lain masih dalam proses membangun sistem yang diperlukan,” ujarnya.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri nikel nasional, kemampuan perusahaan dalam menunjukkan kinerja keberlanjutan secara transparan dan terukur dinilai akan semakin menentukan daya saing di pasar global.

Community Outreach Coordinator IRMA, Andre Barahamin, mengatakan pengakuan internasional terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab sangat bergantung pada komitmen perusahaan untuk menjalani proses evaluasi yang terbuka dan independen.

“Transparansi bukan tentang membuka ruang untuk saling menyalahkan, tetapi memberikan fondasi yang sama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memahami kemajuan yang telah dicapai dan perbaikan yang masih perlu dilakukan. Audit independen dapat membantu perusahaan memetakan langkah perbaikan secara lebih jelas sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat, investor, dan pasar global,” kata Andre. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:01
00:57
00:53
05:22
01:12
07:33

Viral