- Pertamina
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Jakarta, tvOnenews.com - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian program lingkungan dengan menanam 1.000 bibit pohon serta memperkuat inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi agenda pembuka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di lingkungan Pertamina Group. Selain di Yogyakarta, penanaman pohon juga dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah operasional perusahaan, termasuk di area Kilang Plaju, Elnusa, dan unit operasi lainnya.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, yang memimpin peringatan Hari Lingkungan Hidup di Yogyakarta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus membantu mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan lingkungan di Indonesia.
Langkah tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yakni Saatnya Bekerja untuk Iklim.
Selain melakukan penanaman pohon, Pertamina juga menyalurkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp150 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.
Arya menjelaskan pemilihan TPS3R Guwosari sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pembuka dilakukan karena kawasan tersebut telah menjadi binaan Fuel Terminal Rewulu yang berada di bawah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan sampah.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pertamina untuk terus memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kami memilih TPS3R Guwosari sebagai titik awal karena tempat ini menunjukkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan secara nyata memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Arya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Lurah Guwosari, Masduki, mengungkapkan program pengelolaan sampah terpadu di wilayahnya telah membantu menangani persoalan sampah bagi sekitar 1.500 kepala keluarga. Program tersebut juga membuka peluang pendapatan bagi lebih dari 27 warga, termasuk kalangan lanjut usia, yang terlibat dalam berbagai aktivitas pengelolaan sampah mulai dari pengangkutan, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos hingga pemeliharaan ayam.
"Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, dimana semakin terpilah dengan baik, maka biaya pengolahan sampahnya akan semakin kecil atau bahkan tidak dipungut biaya, dan dari kegiatan ini pekerja pendukung bisa mendapatkan gaji sekitar 2 sampai 3 juta rupiah," jelasnya.
Beragam inovasi yang dikembangkan di TPS3R Guwosari meliputi pengolahan sampah organik menjadi biochar yang digunakan sebagai material filter knalpot mobil tangki, pemanfaatan sampah plastik menjadi palet dan furnitur, hingga pengolahan limbah segel mobil tangki menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna.
Melalui berbagai inovasi tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi volume limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Pertamina akan berlanjut pada 10 Juni 2026 melalui program pengelolaan sampah pesisir. Program tersebut memanfaatkan kapal pembersih sampah atau trash skimmer yang dikembangkan melalui kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Secara nasional, hingga 2026 Pertamina Group telah menjalankan 151 program lingkungan yang berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Program-program tersebut mampu mengolah sekitar 951.023 ton sampah setiap tahun, memberikan manfaat kepada 68.788 penerima manfaat, serta menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Arya menegaskan bahwa inovasi lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan melalui pemanfaatan teknologi dan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis Pertamina. Karena itu, berbagai inovasi terus kami dorong, baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam proses operasional perusahaan, untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia," tutup Arya.