news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi harga emas Antam hari ini.
Sumber :
  • ANTARA

Pengamat Prediksi Investor Serbu Emas, Harga Antam Diproyeksi Tembus Rp3 juta per Gram

Pengamat menilai prospek harga emas dunia dinilai masih sangat kuat hingga akhir tahun. Beberapa faktor geopolitk global menjadi bahan bakar utama penguatan harga logam mulia.
Selasa, 16 Juni 2026 - 16:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Penguatan nilai tukar rupiah diperkirakan tidak akan mengurangi daya tarik investasi emas. Sebaliknya, kondisi tersebut justru berpotensi memicu perpindahan dana besar-besaran dari instrumen valuta asing menuju logam mulia dan emas digital seiring membaiknya prospek pasar keuangan global pasca meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pembukaan kembali Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat menjadi titik balik pergerakan pasar global. Menurutnya, stabilitas jalur energi dunia berpotensi mendorong penguatan berbagai mata uang terhadap dolar Amerika Serikat.

“Saat harga rupiah mengalami penguatan, masyarakat yang tadinya melakukan investasi di valuta asing ini akan berbondong-bondong akan berpindah kembali ke logam mulia atau emas digital,” kata Ibrahim saat dihubungi, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, melemahnya dominasi dolar AS akibat perubahan sentimen global berpotensi mengubah preferensi investor yang selama ini menyimpan dana pada instrumen berbasis mata uang asing.

“Karena kita melihat bahwa pada saat pasca Selat Hormuz dibuka, kemungkinan besar semua mata uang melawan dolar Amerika akan mengalami penguatan,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut akan menciptakan gelombang perpindahan aset menuju instrumen yang dinilai lebih aman dan memiliki prospek keuntungan jangka panjang.

“Sehingga akan ada eksodus besar-besaran ya terhadap ini ya, terhadap peralihan dari valuta asing ke kembali ke logam mulia atau emas digital,” katanya.

Di sisi lain, prospek harga emas dunia dinilai masih sangat kuat hingga akhir tahun. Faktor geopolitik global, tren pembelian emas oleh bank sentral, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat diperkirakan menjadi bahan bakar utama penguatan harga logam mulia.

Ibrahim memperkirakan harga emas global masih berpotensi melanjutkan reli menuju level yang jauh lebih tinggi dibandingkan posisi saat ini.

“Nah, di sisi lain pun juga kita melihat bahwa harga emas dunia ya kemungkinan besar sampai akhir tahun akan masih akan terus mengalami penguatan,” ujarnya.

Secara teknikal, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia dapat bergerak menuju kisaran US$4.800 per troy ounce.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral