news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina..
Sumber :
  • Pertamina

Harga Minyak Dunia Anjlok, DPR Harap Pertamina Turunkan Harga Pertamax

Anjloknya harga minyak dunia membuat kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi sorotan. Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno berharap agar Pertamina bisa menurunkan harga Pertamax.
Selasa, 16 Juni 2026 - 19:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan usai Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah dan membuka blokade Selat Hormuz.

Menyusul penurunan harga minyak mentah dunia, anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mendorong Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi Pertamax.

Meski demikian, dia mengakui bahwa penurunan harga Pertamax tidak bisa dilakukan mendadak. Alasannya karena Pertamina harus menghabiskan terlebih dahulu stok minyak yang dibeli ketika harga masih tinggi.

“Kita juga harus melihat dan mengantisipasi berapa nilai dan volume BBM yang telah dibeli oleh Pertamina dengan harga pada saat masih tinggi,” jelas Eddy saat dihubungi tvOnenews.com, Selasa (16/6/2026).

“Sehingga ketika nanti volume itu sudah habis terpakai, tentu bisa dilakukan penyesuaian terhadap harga BBM ke depannya,” lanjutnya.

Dia pun menyinggung ketika harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, tetapi harga Pertamax tidak langsung naik dan bertahan selama empat bulan.

“Oleh karena itu penyesuaian (harga BBM nonsubsidi) memang membutuhkan waktu tentunya,” ungkap Eddy.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI ini memprediksi bahwa BBM nonsubsidi yang akan turun pertama adalah kategori super premium.

“Saya juga mengantisipasi bahwa yang akan turun terlebih dahulu adalah BBM yang super premium misalnya Pertamax Dex, Pertamax Turbo, RON 98 itu akan turun terlebih dahulu,” kata Eddy.

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya bersama Iran telah sepakat untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump melalui Truth Social, Minggu (14/6/2026).

Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman tersebut akan diteken pada Jumat (19/6) di Swiss.

Dalam kesepakatan damai itu, Trump menegaskan akan membuka blokade di Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan di Iran usai nota kesepahaman ditandatangani.

Konflik AS-Iran ini membuat harga minyak dunia melonjak tinggi. Minyak mentah Brent mencapai sekitar 120 dolar AS per barel di perdagangan. Sebelum keduanya bersitegang, harga di pasar global hanya sekitar 70 dolar AS per barel.

Setelah pernyataan damai dari Donald Trump, harga minyak Brent merosot ke level 83,55 dolar AS per barel pada Senin (15/6). (saa/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral