news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan Amran Sulaiman..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Amran Yakin Sektor Pertanian Siap Hadapi Kemarau Ekstrem El Nino Godzila, Ini Antisipasinya

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi presiksi kemarau panjang atau El Nino Godzila.
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan prediksi kemunculan El Nino yang sebelumnya disebut akan terjadi sejak April justru belum sepenuhnya terlihat. Sejumlah wilayah bahkan masih dilanda banjir hingga pertengahan Juni.

Di tengah peringatan BMKG mengenai potensi kemarau lebih panjang dan lebih kering, Kementerian Pertanian memastikan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga produksi pangan nasional.

“Jadi, kan El Nino Godzila katanya April, tapi ternyata banjir, Mei banjir, tadi aku terima laporan dari beberapa daerah masih banjir, kalau Juli, Agustus, September ya memang musim kering,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Meski kondisi cuaca belum sepenuhnya sesuai prediksi awal, pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Apalagi BMKG telah mengingatkan bahwa fenomena El Nino tahun ini berpotensi memicu penurunan curah hujan secara signifikan yang dapat berdampak langsung terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga ketahanan pangan nasional.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kementerian Pertanian mengaku telah memperkuat berbagai instrumen mitigasi di lapangan, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi hingga penyediaan sarana pendukung bagi lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Tapi antisipasinya kita sudah memperbaiki irigasi, kemudian benih, bibit yang akan kekeringan, kemudian pompanisasi, kemudian irigasi. Irpom, irigasi pompa sudah kita pasang di lapangan,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim global yang semakin sulit diprediksi. Penguatan irigasi dan pompanisasi dinilai menjadi kunci untuk memastikan pasokan air tetap tersedia ketika curah hujan mulai menurun pada puncak musim kemarau.

Peringatan BMKG sebelumnya menyebut El Nino berpotensi membuat musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan terasa lebih ekstrem dibanding kondisi normal.

Jika fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan siklus kemarau tahunan, risiko kekeringan di sejumlah sentra produksi pangan dapat meningkat tajam.

Selain mengancam produktivitas pertanian, kondisi tersebut juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, menurunkan kualitas udara, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat suhu panas berkepanjangan. (agr/rpi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
01:35
01:53
00:59
01:26
03:04

Viral