- KJRI Cape Town
Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Mangaung, Indonesia Buka Berbagai Peluang Baru bagi Dunia Usaha
Menurut Tudiono, Indonesia dan Afrika Selatan memiliki posisi strategis untuk memperdalam kerja sama. Selain sama-sama anggota BRICS, kedua negara juga merupakan kekuatan ekonomi penting di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.
RI dan Afsel memiliki visi serupa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pembangunan industri, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia sendiri saat ini merupakan salah satu ekonomi paling dinamis di Asia. Dengan jumlah penduduk sekitar 286 juta jiwa, di mana hampir 68 persen berada pada usia produktif, RI menawarkan pasar domestik yang besar, tenaga kerja muda, serta fondasi yang kuat bagi inovasi dan pertumbuhan.
Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sekitar lima persen dalam beberapa tahun terakhir.
Kinerja investasi juga terus meningkat dan pada 2025 mencapai sekitar USD 106 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Pemerintah RI saat ini juga tengah mendorong berbagai agenda transformasi ekonomi, antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, transisi energi, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Prioritas-prioritas tersebut membuka peluang yang sangat luas bagi investasi, transfer teknologi, dan kolaborasi bisnis internasional,” kata Tudiono.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Afrika Selatan juga menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya partisipasi perusahaan Indonesia dalam Africa Food Show 2026 di Cape Town. Sebanyak 12 perusahaan Indonesia mengikuti pameran tersebut, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya minat dan kepercayaan dunia usaha Indonesia untuk memperluas pasar di Afrika Selatan dan kawasan Afrika secara umum.
Meski demikian, Tudiono menilai masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.
“Yang terpenting, ekonomi Indonesia dan Free State memiliki karakter yang saling melengkapi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Free State memiliki kekuatan pada sektor pertanian, agroindustri, pertambangan, energi terbarukan, manufaktur, logistik, dan pariwisata. Sementara itu, Indonesia telah mengembangkan pengalaman yang cukup luas dalam pembangunan industri, pengolahan pangan, manajemen perkotaan, dan inovasi digital.