news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Perdagangan RI-Belarus Melonjak 30 Persen, Airlangga Bidik Kolaborasi Sektor Alat Berat dan Pertanian

Airlangga Hartarto mengatakan, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha kedua negara.
Selasa, 30 Juni 2026 - 11:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus menunjukkan tren penguatan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara melonjak 30 persen, sementara kerja sama investasi terus berkembang melalui ratusan proyek di berbagai sektor strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha kedua negara.

“Platform ini memberikan peluang yang sangat baik untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business) dan menerjemahkan hubungan kuat antara Indonesia dan Belarus menjadi kemitraan ekonomi yang konkret,” kata Airlangga dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Menurut Airlangga, kinerja perdagangan bilateral terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun lalu, total nilai perdagangan Indonesia dan Belarus mencapai sekitar US$221,3 juta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Perdagangan bilateral Indonesia dengan Belarus tahun lalu mencapai sekitar US$221,3 juta, dan menurut saya angka ini tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Selain perdagangan, kerja sama investasi juga terus menguat. Hingga saat ini terdapat sekitar 300 proyek investasi yang melibatkan Belarus di Indonesia dan tersebar di sejumlah sektor ekonomi.

“Kerja sama investasi juga meningkat melalui kurang lebih 300 proyek. Jadi, kami terus memantau agar kolaborasi ini benar-benar terimplementasi,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan, pada kuartal pertama tahun ini investasi Belarus masuk melalui sekitar 300 proyek yang bergerak di sektor konstruksi, perdagangan, jasa perbaikan, perhotelan, serta berbagai sektor jasa lainnya.

Airlangga menilai Indonesia dan Belarus memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. 

Belarus memiliki keunggulan pada sektor manufaktur industri dan pertanian, sementara Indonesia tengah memperkuat pembangunan di bidang tersebut.

“Indonesia dan Belarus memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Belarus memiliki kapabilitas yang kuat dalam manufaktur industri dan pertanian,” ujarnya.

Pengalaman Airlangga saat melakukan kunjungan kerja ke Belarus juga memperkuat keyakinannya terhadap potensi kolaborasi kedua negara. 

Ia mengaku melihat langsung kemampuan Belarus dalam memproduksi mesin pertanian dan kendaraan berat yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.

“Selama kunjungan ke Belarus, saya melihat mesin-mesin pertanian serta truk alat berat untuk pertambangan. Dua sektor tersebut merupakan prioritas tertinggi dalam ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Airlangga berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha kedua negara dapat mempercepat realisasi berbagai peluang investasi dan perdagangan sehingga hubungan Indonesia-Belarus tidak hanya tumbuh dari sisi nilai transaksi, tetapi juga menghasilkan kemitraan ekonomi yang lebih strategis dan berkelanjutan. (agr/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral