- BKI.
Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal
Jakarta, tvOnenews.com - Industri komponen kapal nasional dinilai masih menghadapi tantangan besar untuk bisa bersaing di tengah tingginya kebutuhan sektor maritim dalam negeri.
Ketergantungan terhadap komponen impor hingga keterbatasan integrasi rantai pasok menjadi persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi agar industri pendukung maritim dapat tumbuh lebih kuat.
VP Operasi Bisnis Klasifikasi PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) Munir Muradi mengatakan industri pendukung maritim tidak hanya berperan dalam rantai pasok industri perkapalan, tetapi juga berkaitan dengan kemandirian sektor maritim nasional.
“Industri lokal pendukung maritim memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam ekosistem maritim nasional. Kemandirian pasokan komponen dan jasa teknis tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memperkokoh kedaulatan dan ketahanan maritim negara,” ujar Munir dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, tantangan industri saat ini tidak hanya berkaitan dengan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan menjaga standar mutu dan mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Ia menilai peningkatan daya saing industri komponen kapal perlu didorong melalui inovasi, penguatan standar kualitas, hingga kolaborasi antarpelaku industri.
“Melalui sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi seperti BKI, dan pemangku kepentingan pemerintah serta pengguna akhir seperti PT PAL, kita dapat menciptakan ekosistem yang memfasilitasi peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan standarisasi mutu,” tambahnya.
Pelaku industri juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta kemudahan bagi industri lokal untuk masuk ke rantai pasok proyek-proyek besar nasional.
Di tengah meningkatnya kebutuhan industri maritim dan pembangunan armada nasional, penguatan industri komponen kapal dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. (cmi)