- Dok. UNSP
Kinerja Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Melonjak! Penjualan Tembus Rp2,56 Triliun, Laba Operasi Naik 86%
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (IDX: UNSP) menyampaikan kinerja tahun 2025 yang cemerlang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (30/6/2026) di Horison Suites & Residences Rasuna, Jakarta.
Diketahui bahwa UNSP saat ini dimiliki secara luas oleh 13.809 pemegang saham publik yang tersebar di 121 perusahaan sekuritas dan wali amanat, dengan komposisi kepemilikan terdiri atas 55% individu domestik, 31% institusi domestik, 13% institusi asing, dan 1% individu asing.
Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, menyampaikan bahwa tingkat kehadiran pemegang saham dalam RUPS Tahunan kemarin mencapai 54,55% dari seluruh saham yang telah diterbitkan Perseroan, sehingga telah memenuhi ketentuan kuorum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.
"Kehadiran pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Selasa 30 Juni pagi ini mencapai 54,55% atau lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan karenanya sudah mencukupi untuk persetujuan melangsungkan RUPS Tahunan, dan 100% dari pemegang saham yang hadir menyetujui seluruh mata acara RUPS Tahunan," kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, dilansir Rabu (7/1/2026).
Penyelenggaraan RUPS Tahunan tersebut telah sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (22) Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
Pemanggilan rapat beserta mata acaranya telah diumumkan pada 8 Juni 2026 melalui platform eASY.KSEI, situs Bursa Efek Indonesia, dan situs resmi Perseroan.
Adapun pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Seluruh Agenda Disetujui
RUPS Tahunan menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Perseroan, yaitu:
- Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan, termasuk Laporan Keuangan serta Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
- Persetujuan dan pengesahan Neraca serta Perhitungan Laba-Rugi tahun buku 2025.
- Penunjukan Akuntan Publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026.
Kinerja UNSP Tahun 2025 Tumbuh Positif
Dalam Paparan Publik, Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) menyampaikan capaian kinerja sepanjang tahun buku 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
UNSP membukukan penjualan sebesar Rp2,56 triliun atau meningkat 10% dibandingkan tahun 2024. Kinerja operasional juga mengalami lonjakan, ditandai dengan laba kotor naik 25% menjadi Rp757 miliar, laba operasi melonjak 86% menjadi Rp388 miliar, serta EBITDA meningkat 48% menjadi Rp551 miliar.
Tren pertumbuhan ini berlanjut pada kuartal I-2026. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan meningkat 13% menjadi Rp561 miliar, laba kotor tumbuh 22% menjadi Rp162 miliar, laba operasi naik 49% menjadi Rp70 miliar, dan EBITDA meningkat 24% menjadi Rp109 miliar.
Menurut Andi W. Setianto, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan produktivitas yang terus dijalankan Perseroan.
"Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka," katanya.
Fokus pada Keberlanjutan
Selain peningkatan produktivitas, UNSP terus menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan sesuai standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
UNSP digadang telah menerapkan kebijakan zero-burning dalam aktivitas perkebunan sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan.
Pendekatan keberlanjutan juga diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan petani, penerapan prinsip circular economy untuk mengurangi limbah, serta dukungan terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca melalui praktik *no-deforestation*.
"Perseroan mengikuti protokol ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan 'zero-burning' (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan. Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change," papar Andi.
Bibit Unggul Tingkatkan Produktivitas Sawit
UNSP juga terus mengembangkan bibit unggul sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan.
Saat ini produktivitas rata-rata kelapa sawit nasional berada di kisaran 3 ton CPO per hektare per tahun. Sementara bibit unggul yang dikembangkan Perseroan memiliki potensi menghasilkan 10 ton CPO per hektare per tahun, dengan produksi sekitar 40 ton tandan buah segar per hektare per tahun serta tingkat ekstraksi minyak sebesar 25%, berdasarkan hasil uji lapangan yang telah tersertifikasi.
Lewat program peremajaan (replanting), penggunaan bibit unggul diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat secara signifikan sekaligus memperkuat pasokan bahan baku biodiesel nasional tanpa membuka lahan baru.
Perseroan meyakini bahwa pengembangan bibit unggul dan percepatan program peremajaan sawit rakyat merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
Optimistis Bangkit dengan Fundamental yang Lebih Kuat
Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto, mengatakan berbagai strategi yang tengah dijalankan akan memberikan manfaat lebih besar dalam jangka menengah hingga panjang.
"Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat," kata Bayu.
Melalui strategi peningkatan produktivitas, penerapan praktik keberlanjutan, inovasi bibit unggul, serta perbaikan struktur permodalan, UNSP optimistis dapat memperkuat fundamental usaha dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan. (rpi)