IHSG Dibuka Menguat 30 Poin pada Perdagangan 22 Juni 2026, Wall Street Rebound dan Bursa Asia Anjlok Imbas Geopolitik Timur Tengah
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026, IHSG menguat 30 poin atau 0,50 persen di level 6.207.
Dalam riset hariannya, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas Kevin Juido Hutabarat memprediksi IHSG berpotensi datar cenderung melemah.
"Kami memprediksi IHSG di hari ini sideways cenderung melemah," ungkapnya, Senin (22/6/2026).
Kevin memaparkan pada Jumat (19/6/2026), Bursa Asia mayoritas turun. Penurunannya didorong meredanya ketegangan di Timur Tengah usai jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.
Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) menguat signifikan setelah sikap hawkish The Fed. Ini menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,28 persen dan Topix turun 0,57 persen. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 0,13 persen dan KOSDAQ merosot 3,43 persen.
ASX 200 Australia berkurang 0,93 persen, sementara beberapa pasar saham tutup bursa karena libur nasional seperti China, Hong Kong dan Taiwan.
Untuk diketahui, pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks-indeks saham Wall Street rebound.
Penguatan Wall Street terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu hasil rapat kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.
Meski begitu, investor mulai fokus pada sejumlah data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS.
Indeks Nasdaq Composite melesat 1,91 persen, S&P 500 melonjak 1,08 persen dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,14 persen. Sementara itu, saham produsen chip menjadi pendorong utama rally pasar.
"Support IHSG berada di level 6.117-6.080, sementara resist IHSG di rentang 6.209-6.245," terangnya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)
Load more